Elite Ribut, Petugas Pemilu Dijemput Maut

by -

METROPOLITAN – Lima hari usai pencoblosan, perselisihan soal siapa pemenang pemilihan presiden (pilpres) 2019 masih menghinggapi para elite politik pendukung calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) 01 dan 02. Sementara satu per satu petugas pemilu yang bertugas melakukan penghitungan suara banyak yang jatuh berguguran. Dari sakit hingga meninggal dunia.

Pemilu serentak 2019 yang perdana berlangsung di Indonesia ini banyak menelan korban. Tak sedikit petugas pemilu yang meninggal akibat kelelahan menjalani pekerjaan yang berjibun. Mulai dari pra pelaksanaan hingga pascapemilu berlangsung.

Di Kota Bogor, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Rasty Miranda (24) meninggal dunia setelah mengalami sesak napas usai menjalankan tugasnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor Samsudin menuturkan, Rasty merupakan petugas KPPS di TPS 31 RT 04/02, Kutajaya, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Samsudin mengatakan, Rasty mengalami sesak napas itu usai pencoblosan. Ketika itu, almarhumah sempat dirujuk ke Rumah Sakit Vania dan Rumah Sakit Paru.

”Setelah beberapa hari dirawat, Rasty meninggal pada Minggu (21/4) malam dan sudah dimakamkan. Menurut informasi keluarga, almarhumah mempunyai riwayat penyakit jantung sebelumnya,” kata Samsudin.

Sedangkan KPU Kota Bogor juga menerima laporan tiga petugas penyelenggara yang sakit yakni Asep dan Wawan, petugas KPPS di Bojongkerta, serta Hana, anggota KPPS di Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Meski begitu, Samsudin memastikan proses rekapitulasi surat suara yang saat ini di tingkat kecamatan masih berjalan. Untuk menghindari kejadian serupa, KPU Kota Bogor pun mengimbau agar petugas KPPS yang saat ini masih melakukan penghitungan suara agar memerhatikan kesehatan.

“KPU berkerja sama dengan Dinas Kesehatan akan mengakomodasi petugas medis dan ambulans di tiap kecamatan. Terkait biaya atau santunan, kami akan koordinasikan dengan pemkot,” ujar Samsudin.

Sementara di Kabupaten Bogor, Komisioner KPU Kabupaten Bogor Heri Setiawan mengatakan, ada empat petugas pemilu yang meninggal dunia. Mereka adalah Ketua KPPS Desa Pabuaran, Bojonggede, Rusdiono, Ketua KPPS Desa Sukaharja, Cijeruk, Jaenal, KPPS Bojonggede Samsudin dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Desa Cibodas, Rumpin, Jamaludin.

Sedangkan yang pingsan karena kelelahan ada sembilan petugas, yaitu ketua KPPS Desa Karyamekar, ketua KPPS Desa Cariu, ketua KPPS Cibatok, ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Megamendung, PPK Cigudeg, PPK Cileungsi, PTPS Desa Lulut, KPPS Desa Sukamaju dan PPK Caringin. ”Masih data sementara. Kita terus mendata supaya petugas KPPS yang sakit mendapatkan fasilitas optimal,” kata Heri.

Bupati Bogor Ade Yasin tengah menyiapkan santunan bagi para petugas pemilu 2019 di Kabupaten Bogor yang meninggal maupun pingsan akibat kelelahan saat bertugas di masa penghitungan suara. ”Kami akan berikan penghargaan bagi yang meninggal maupun sakit,” katanya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (22/4).

Meski begitu, ia belum mengetahui penghargaan dalam bentuk apa yang akan diberikan kepada korban maupun keluarga korban petugas pemilu 2019.

Selain turut berbelasungkawa, Ade Yasin mewakili pemerintah kabupaten (pemkab) menghaturkan terima kasih kepada para petugas yang gugur saat melaksanakan tugas menyukseskan pemilu 2019.

”Mereka adalah pahlawan demokrasi yang bekerja siang/ malam untuk kelancaran pesta demokrasi ini. Sekarang masih kita pikirkan bentuk apresiasinya,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Loading...