METROPOLITAN – Dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita belum lama ini, Bupati Bogor, Ade Yasin, terang-terangan meminta bantuan pemerintah pusat untuk program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang ingin membangun satu pasar rakyat per kecamatan. Sejauh ini, Bumi Tegar Beriman baru mempunyai 34 pasar dari 40 kecamatan yang ada, sehingga ada kebutuhan sekitar enam pasar untuk memenuhi program satu pasar per kecamatan. “Saya minta bantuan pendanaan untuk membangun enam pasar di kecamatannya. Kesempatan ketemu pak menteri, saya sampaikan itu bisa sinkron dengan program pusat,” terang Ade Yasin di kawasan Dramaga, belum lama ini. Akan tetapi, pendanaan untuk program tersebut terkendala lahan yang belum tersedia dan masih harus dicari lokasi pastinya.

Sehingga program itu bakal didahului kajian untuk mencari lokasi yang dianggap strategis untuk dijadikan fasilitas jualbeli warga setempat. “Makanya enam pasar itu nanti, di sana (kementerian perdagangan, red) kan programnya saja. Sedangkan tanahnya kami mesti cari dulu, karena belum ada. Kalau nanti lahan yang dianggap bagus sudah ada, baru kita bangun,” ujar politisi PPP itu. Soal anggaran pembangunan per pasar, AY secara penuh menyerahkan kebijakan pada pemerintah pusat. Pemkab bakal menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan. Secara kasar jumlah bantuan yang diperlukan untuk pembangunan kekurangan enam pasar mencapai Rp36 miliar. “Kalau program dari pak menteri ada Rp4 sampai Rp6 miliar (setiap pasar, red). Pada dasarnya kita lihat ya dikasihnya sesuai anggaran yang ada. Kita sesuaikan kebutuhan,” papar AY.

Di tempat yang sama, Enggartiasto Lukita mengaku siap memberikan bantuan dana untuk pembangunan pasar rakyat di Kabupaten Bogor. Pria kelahiran Cirebon 67 tahun lalu itu menunggu Pemkab Bogor untuk segera melayangkan proposal permohonan bantuan anggaran. “Pasti kami berikan, saya apresiasi kebijakan ibu bupati, kami tunggu proposal bantuan itu,” kata politisi Partai NasDem itu. Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi, menuturkan, ada enam kecamatan yang hingga kini belum mempunyai pasar rakyat, di antaranya Kecamatan Rancabungur, Cibungbulang, Gunungputri, Klapanunggal, Tajurhalang dan Megamendung. Idealnya, setiap pasar membutuhkan lahan sekitar 3.000 hingga 5.000 meter persegi. “Masih kami cari (lahannya, red) sambil kami buat proposal permohonan bantuan anggaran pembangunan pasar rakyat di enam tempat yang belum ada (pasar),” tutupnya. (ryn/c/ yok/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here