METROPOLITAN – Bisnis properti di kawasan Bogor Timur sedang berkembang. Letak geografis dan kontur perbukitan seperti menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk mengembangkan bisnis properti di wilayah tersebut. Berbagai konsep properti ditawarkan bagi konsumen yang ingin berinvestasi. Mulai dari konsep pertanian hingga rumah produktif.

Salah satu pengembang yang aktif dalam menawarkan investasi di Bogor Timur, tepatnya di Kecamatan Cariu, adalah Cariu Farm Residence. Konsep kavling kebun durian berkualitas unggul dan kavling produktif menjadi andalan pengembang dalam menarik konsumen yang mau berinvestasi. Selain harga yang bersaing, pengembang juga menjamin keamanan investasi dengan menyiapkan seluruh perangkat legalitas seperti IPPT dan bukti kepemilikan lahan berupa sertifikat.

Berdiri di atas lahan seluas 6.700 meter persegi, Cariu Farm Residence mengusung konsep Agro Properti. Konsep ini menggabungkan dua sektor besar yaitu agro dan properti. Agro terlihat pada komoditas yang dipilih yaitu kebun durian dengan dua jenis unggulan yaitu Monthong dan Mosangking. Sedangkan di sisi properti, pengembang menjual aset lahan dengan minimal luas 100 meter persegi dengan legalitas SHM dan infrastruktur yang dibangun adalah pagar keliling.

“Jalan juga sudah kami aspal dan saluran air, sehingga membuat CFR menjadi kavling kebun yang rapi dan terawat. Pada sektor agro CFR kami melibatkan tiga alumni IPB dan praktisi perkebunan dari Garut sebagai staf ahli untuk memastikan pertumbuhan durian. Hasilnya pertumbuhan Durian sudah terlihat dari tinggi, besar batang dan daun yang lebar dari setiap pohon durian,” kata Co-Founder Propertree, Fahmi Shidiq, kemarin.

Menurut dia, infrastruktur yang diberikan sangat eksklusif dibanding kavling produktif lain. Hal itu ditandai dengan adanya jalan yang lebar, pembatasan kavling yang rapi, saluran pembuangan air, penampungan air, pagar keliling dan taman di bagian depan perumahan.

Adapun secara legalitas CFR sudah aman dan membantah isu bahwa legalitasnya bermasalah. Hal itu dibuktikan dengan akuisisi dilakukan secara 100 persen dengan pembayaran secara langsung dan keseluruhan ke pemilik lahan sebelumnya. Legalitas tanah sudah berbentuk SHM dengan Nomor 10.10.12.17.1.00026.

Berbeda dengan kavling produktif lain yang umumnya masih girik. Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) sudah CFR dapatkan dengan dikeluarkannya Keputusan Bupati Bogor No. 591.2/002/00763/DPMPTSP/2017 untuk Pembangunan Budidaya Kebun dan Tanaman Tahunan. (fik/ els/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here