METROPOLITAN – Jelang Ramadan, pengunjung Suspension Bridge Situ Gunung Kabupaten Sukabumi meningkat hingga 500 persen. Wisatawan lokal luar kota, bahkan mancanegara, memenuhi lokasi wisata tersebut.

Ticketing Suspension Bridge, Rustandi, mengatakan bahwa jumlah pengunjung pada weekend bisa mencapai 900 hingga seribu jika dibandingkan harihari biasa, yakni 150-200 orang saja. Selain menikmati jembatan dengan tinggi 240 meter, lebar 2 meter dan ketinggian 150 meter itu pengunjung juga akan disuguhkan jernihnya air terjun Curug Sawer.

“Standar kunjungan di antara 900 sampai seribu kalau hari libur. Selain menikmati berselfie ria di situ, pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan air terjun. Makanya kunjungan Alhamdulillah mengalami peningkatan,” tuturnya kepada Metropolitan, Minggu (21/4).

Para pengunjung dipatok harga Rp50 ribu untuk menikmati indahnya jembatan gantung tersebut. Berbeda halnya dengan anak-anak hanya Rp30 ribu pun bisa menghirup udara segar di area jembatan terbesar se-Asia itu.

“Bisa juga anak SMP/SMA bayar Rp30 ribu tapi dengan syarat harus ada rekomendasi dari pihak sekolah. Dengan membayar segitu, pengunjung sudah bisa menikmati makanan/minuman yang telah disiapkan,” katanya.

Tandi memperkirakan lonjakan juga akan terjadi beberapa hari jelang puasa. Namun, dirinya belum bisa memastikan berapa persen tingkat kunjungan itu akan meningkat. “Paling lima persen dari kunjungan biasa, kami belum bisa memastikan. Tapi biasanya kan kalau sebelum puasa suka banyak yang liburan, mudahmudahan kunjungan makin meningkat,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi terkait adanya anjuran yang diterangkan Menteri Kemaritiman RI Luhut Panjaitan tentang pemasangan BTS untuk antisipasi emergency yang terjadi pada pengunjung, Tandi belum bisa menjawab karena bukan kewenangannya. Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah menempatkan petugas untuk berjaga. “Untuk konfirmasi itu bisa kepada pimpinan kami. Tapi setiap petugas selalu siap siaga untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Tandi bersyukur meski baru enam bulan berjalan pembukaan Suspension Bridge tersebut, tingkat perekonomian masyarakat bisa terbantu. Yakni dengan berjualan aksesori yang terbuat dari akar-akar pepohonan yang disulap menjadi gelang-gelang unik. Selain itu, masyarakat juga berjualan makanan di sekeliling area wisata tanpa dipungut biaya.

“Semenjak adanya wisata suspension bridge ini, ekonomi warga jadi tertolong. Yang awalnya jualan dalam seminggu itu beberapa hari, sekarang bisa jadi tiap hari. Apalagi kalau hari libur,” paparnya.

Pihaknya telah mempekerjakan kurang lebih 50 karyawan yang diambil dari lokasi sekitar tempat wisata. Bahkan jika ada acara besar dan hari-hari besar lainnya, karyawan bisa ditambah sesuai kebutuhan. (dna/ade/ mam/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here