“Jokowi Effect,” Saham Sektor Infrastruktur dan Properti Akan Melesat

by -0 views

JAKARTA – Hasil hitung cepat atau quick count pemilihan presiden (pilpres) 2019 pada 17 april 2019 lalu menunjukkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin unggul atas pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Bila hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) serupa dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei, maka Jokowi akan melanjutkan masa jabatannya ke periode kedua.

Equity strategist DBS Group Reasearch Joanne Goh dan FX strategist DBS Group Research Philip Wee menyatakan, pemerintahan baru diharapkan memberikan stabilitas dan kelangsungan kebijakannya.

“Kami yakin bahwa pemodal akan memberikan tanggapan positif terhadap hasil Pemilu itu,” kata Goh dan Wee dalam laporannya yang diterima Kompas.com, Jumat (19/4/2019).

Keduanya pun menaikkan target Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) merespon hasil pemilu dari 6.500 menjadi 6.900.

Ini berdasarkan atas perkiraan keuntungan 16 kali dalam 12 bulan ke depan. Adapun sektor yang akan mendapat manfaat selama masa jabatan baru Jokowi akan mencakup sektor terkait infrastruktur, seperti konstruksi, jalan tol, dan semen.

Keduanya  juga memiliki pandangan positif untuk sektor properti industry. “Dengan asumsi bahwa Jokowi dapat meningkatkan investasi dan manufaktur,” jelas Goh dan Wee.

BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti di sektor energi dan perbankan, juga akan terus mendapat manfaat dari reformasi yang sedang berlangsung di kedua sektor itu Keduanya berpandangan, selama masa jabatan Jokowi,

Indonesia berhasil menaikkan peringkatnya menjadi peringkat investasi dan berhasil melalui krisis mata uang pasar negara berkembang dalam skala kecil pada 2018 tanpa menimbulkan banyak dampak negatif pada pertumbuhan serta sistem keuangan.

Adapun pembangunan infrastruktur akan berlanjut, disertai rencana lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia.

Penekanan lain adalah pemerataan kekayaan dan pengembangan desa di luar Jawa. “Jokowi juga berencana melanjutkan reformasi birokrasi dan menarik lebih banyak penanaman modal ke bidang manufaktur untuk mengurangi ketergantungan akan sumber daya alam dan mineral,” terang keduanya.

Sumber : Kompas