Kawasan Cisarua-Megamendung Kritis

by -0 views

METROPOLITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyampaikan hasil survei bencana alam, baik banjir maupun longsor, akhir pekan kemarin. Menurut dia, khusus di kawasan Puncak, terutama Cisarua dan Megamendung, terjadi perubahan fungsi lahan sehingga memicu terjadinya bencana. Bahkan, dua kecamatan itu sudah berstatus kritis.

”Hasil survei di berbagai lokasi, banjir maupun longsor menunjukkan bahwa sebagian besar disebabkan perubahan penggunaan lahan atau fungsi lahan dari awalnya hutan asli diubah menjadi perkebunan, persawahan, wisata dan permukiman serta wisata,” beber Pjs Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, kemarin.

Budi menuturkan, penyebab lain bencana di atas karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat hingga menyebabkan lahan permukiman semakin luas. ”Lahan permukiman di bagian bawah lereng dekat sungai meluas dengan jalan memotong lereng agar lahan tersebut menjadi datar,” ujarnya.

Budi menerangkan, berdasarkan kesaksian korban bencana alam, baru kali ini mereka terkena longsor setelah tinggal di kawasan itu selama lebih dari 30 tahun lalu. ”Kesaksian korban bencana alam ini menarik, karena bencana banjir dan longsor tidak segera terjadi, setelah penggundulan hutan dan pemotongan lereng. Kilas balik 30 tahun lalu akan menjawab kenapa Bogor beberapa tahun ini banyak panen bencana alam,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengajak masyarakat bersama aparatur desa maupun kecamatan mandiri dalam kesiapsiagaan bencana alam dengan berlatih secara berkesinambungan.

(in/feb/py)