METROPOLITAN – NANGGUNG – Korban pergeseran tanah beberapa tahun silam di Kampung Wates RT 02/09, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, hingga kini belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Keluarga korban Emis (30) meminta pemerintah daerah untuk segera tanggap terkait kerusakan rumah warga yang terkena pergeseran tanah. Ada sebanyak 29 rumah mengalami retak retak diantaranya enam rumah keadaannya cukup mengkhawatirkan, terutama bangunan rumah atas milik Nani (50) yang kondisinya terancam ambruk. ”Dengan kondisi rumah yang tidak layak dikhawatirkan sewaktuwaktu rumah tersebut akan terjadi ambruk,” kata Emis.

Ia menyayangkan, kejadian pergeseran tanah terjadi sudah lama. Tetapi, hingga kini belum ada tanggapan serius dari pemerintah setempat maupun dari yang lain. ”Kami minta pemerintah untuk segera mengambil langkah, meninggat keadaannya darurat,” ” pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna membenarkan banyak rumah warganya yang mengalami retak akibat terjadi pergeseran tanah beberapa tahun lalu. ”Terjadi musibahnya persisnya kami tidak tahu. Sebab waktu itu kami belum menjabat kepala desa,” katanya.

Ia menyebut, musibah tersebut terjadinya sudah tahunan tetapi mengenai hal ini sudah berkoordinasikan dengan pihak kecamatan. ”Kalau bisa pihak BPBD Kabupaten Bogor untuk turun langsung ke lokasi karena karena kondisi tersebut sangat urgen,” tegas Taupik.

Menanggapi musibah pergeseran tanah yang lama terjadi terjadi di Desa Pangkaljaya, Kasie Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat ( PKM) Kecamatan Nanggung, Ida Nurhidayati mengaku pihak desa sudah melaporkan prihal tersebut. Memang kejadiannya juga sudah lama.

”Kami juga nggak tau ada kendala atau tidak. Seharusnya setelah kejadian masalah ini sudah dilaporkan ke kecamatan biar segera kami ajukan ke BPBD,” pungkasnya.

(ads/b/ els)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here