Lagi, Pemkot Bogor Disomasi Warganya Sendiri

by -0 views

METROPOLITAN – Meski sempat protes hingga menggelar aksi unjuk rasa pada akhir tahun lalu, nyatanya warga Kampung Parungbanteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, belum juga mendapat kepastian solusi soal lahannya yang terhalang proyek pembangunan pintu keluar-masuk interchange Tol Jagorawi. Akibatnya, delapan pemilik lahan kesulitan mengakses jalan ke lahan yang kini dimanfaatkan sebagai lahan pertanian hidup itu.

Padahal proyek tersebut sudah rampung sejak Februari lalu, namun warga tak kunjung mendapat akses jalan sesuai kesepakatan pada pertemuan terakhir, Desember lalu. Melalui kuasa hukumnya, warga melayangkan somasi kepada PT Gunung Suwarna Abadi selaku pemberi pekerjaan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebagai pengawas wilayah.

“Besok (hari ini, red) kami kirim somasi pertama kepada PT Gunung Suwarna Abadi (GSA) sebagai pemberi kerja dan pemkot sebagai pengawas, sebagaimana dalam perjanjian kerja sama antara pemkot dan PT GSA. Kami beri waktu tiga hari untuk menanggapi,” kata kuasa hukum warga, Dwi Aryswendo, kepada Metropolitan, kemarin.

Ia menjelaskan, kini kondisi lahan perkebunan warga sudah tertutup panel beton milik pengembang. Sehingga warga kesulitan mengurus lahan pertanian hidup hingga saat panen karena harus masuk tanah negara dulu sebelum masuk lahan perkebunan. “Ada sih lahan (untuk akses jalan, red) tapi sengaja ditutup plang pemberitahuan, padahal sedang ditanami singkong,” paparnya.

Diketahui, Desember lalu pernah ada pertemuan antara warga dengan pihak PT Jasa Marga selaku pemilik lahan dan sempat menjanjikan bakal dibuat lahan untuk akses jalan. Namun hingga kini hal itu hanya bualan, warga malah kesulitan untuk menuju lahan milik mereka. “Setelah demo, ada pertemuan warga minta dibuatkan jalan. Nyatanya sampai proyek selesai Februari lalu, tetap saja nggak dikasih akses. Artinya sudah tiga bulan lah warga kesulitan mencapai lahan sendiri,” tegas pria berkacamata itu.

Jika tiga hari ke depan belum ada respons dari dua pihak yang disomasi, Dwi mengaku pihaknya sudah menyiapkan berbagai langkah hukum. Di antaranya bakal mengajukan somasi kedua dan memberi waktu selama tujuh hari untuk menanggapi. Namun bila waktu yang diberikan tidak dimanfaatkan menanggapi somasi, Dwi mengaku bakal melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor untuk mendapat keadilan. “Harapannya direspons ya, kalau tidak kita gugat ke PN. Kami masih siapkan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian (Kasubbag) Bantuan Hukum pada Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Roni Ismail menuturkan, belum ada tindakan apa pun yang dilakukan pemkot terkait keberatan yang dilayangkan warga di Katulampa tersebut. Sebab, hingga kini pihaknya belum mendapat kabar pasti. “Belum dapat kabar (kaitan somasi itu, red), jadi belum ada tindakan apaapa. Besok (hari ini, red) cek dulu ke kantor,” pungkasnya. (ryn/c/mam/run)