Menang Sabar, Kalah Tegar

by -36 views

METROPOLITAN – Pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 telah usai. Tak lama lagi Indonesia akan memiliki pemimpin baru. Apakah Jokowi dua periode atau Prabowo? Masyarakat pun diminta sabar menanti hasil rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Begitu pula para pendukung pasangan calon (paslon) 01 dan 02, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Usai pencoblosan, dua kubu capres saling memberi sambutan atas kemenangannya. Seperti Prabowo yang menggelar pidato singkat di depan kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf menyampaikan sambutannya di Djakarta Theatre, Jakarta, kemarin.

Masing-masing saling menitip pesan agar seluruh pendukung dan rakyat Indonesia untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah sampai waktu KPU menetapkan nama presiden dan wakil presiden.

”Marilah kita kembali bersatu sebagai saudara sebangsa se-Tanah Air,” kata Jokowi saat menyampaikan sambutan usai memantau hitung cepat di Djakarta Theater, kemarin.

Hasil hitung cepat rata-rata mengunggulkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di pilpres. Angkanya mayoritas berkisar antara 54 persen untuk pasangan 01 dan 45 persen untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Dari indikasi-indikasi exit poll dan quick count, kita harus bersabar menunggu penghitungan KPU secara resmi,” ujarnya didampingi para ketua umum partai pendukung dan pengusung.

Sementara capres nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta agar seluruh pendukung Prabowo-Sandi untuk benar-benar menjaga ketertiban, kedamaian dan jangan terpancing provokasi.

”Koalisi Indonesia Adil Makmur, Prabowo-Sandi dan semua relawannya tidak ingin Indonesia terpecah belah,” harapnya.

Prabowo mengaku pihaknya sudah memperoleh hasil real count yang terhitung sekitar 40 persen atau lebih dari 320 ribu TPS.

Berdasarkan hasil real count tersebut, Prabowo menyatakan bahwa dirinya sudah menang dan hasil tersebut tidak akan berubah banyak hingga penghitungan selesai.

”Ini adalah hasil real count dalam posisi lebih dari 320 ribu TPS. Berarti sekitar 40 persen dan saya sudah diyakinkan oleh ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak. Bisa naik satu persen, bisa juga turun satu persen,” kata Prabowo.

”Detik ini, hari ini, kita berada 62 persen,” tegas Prabowo yang mendapat sambutan meriah dari pendukungnya.

Meski demikian, Prabowo meminta seluruh pihak tetap menjaga kotak suara agar tak terjadi kecurangan-kecurangan dalam pilpres ini.

”Saya tetap minta semua relawan Prabowo-Sandi, semua anggota partai koalisi Indonesia Adil Makmur, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Partai Berkarya, Partai Gerindra, seluruh kader dan yang utama emak-emak seluruh Indonesia, tolong jaga kotak suara,” pinta Prabowo.

Jika melihat hasil quick count sejumlah lembaga survei yang terverifikasi KPU, pasangan capres 01 mendapatkan suara lebih unggul dari pasangan capres 02. Ada sepuluh lembaga survei yang semua hasilnya memenangkan pasangan nomor urut satu.

Seperti hasil Litbang Kompas. Dari 86,50 persen data yang masuk, Jokowi-Ma’ruf memperoleh 54,43 persen suara. Sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 45,57 persen suara.

Hasil tak jauh beda juga ditunjukkan berdasarkan penghitungan cepat LSI Denny JA dengan jumlah data yang masuk 97,05 persen, Jokowi-Ma’ruf memperoleh 55,38 persen dan Prabowo-Sandiaga 44,62 persen.(Lihat grafis)

Namun untuk di wilayah Bogor, pasangan Jokowi-Ma’ruf justru kalah telak dari Prabowo-Sandi, dari enam kecamatan. Capres 01 memperoleh 37,10 persen suara, jauh di bawah capres 02 yang meraih 62,90 persen suara. Hasil itu berdasarkan real count yang dilakukan Metropolitan bekerja sama dengan Radar Bogor, Pojoksatu dan Democrazy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP).

Sampai pukul 01:00 WIB, raihan suara terbesar Prabowo-Sandi ada di Kecamatan Bogor Utara dengan perolehan 69,65 persen.

Walaupun kalah, Tim Kemenangan Daerah (TKD) JokowiMa’ruf Amin Kota Bogor memastikan Kota Bogor aman dan kondusif pasca-pencoblosan. Hal itu terjadi berkat elemen-elemen kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, baik itu partai-partai koalisi Indonesia Kerja maupun relawanrelawan dan masyarakat Kota Bogor yang telah menyukseskan pesta demokrasi pada hari ini.

”Kita lihat Bogor aman-aman saja dan kembali Bogor menjadi kota yang nyaman, kota yang tertib dan kota yang aman,” ujar Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf Amin, Husdi Karyono, kepada Radar Bogor di kantor Sekretariat TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Kota Bogor, kemarin (17/4).

Ia menginstruksikan kepada seluruh elemen pendukung paslon nomor urut 01, baik dari partai koalisi Indonesia Kerja maupun relawan agar tidak berlebihan melakukan euforia. Sebab, ia tak ingin penghitungan suara yang masih berlangsung itu terganggu.

”Saya berpesan kepada temanteman, khususnya relawan, agar suasana yang sekarang ini yang masih dalam situasi penghitungan jangan sampai terganggu oleh hal-hal yang sifatnya tidak baik. Apalagi jika kesannya berlebihan,” jelasnya.

Di lokasi terpisah, relawan paslon nomor urut 01 melakukan euforia kemenangan dengan cara berbeda. Mereka relawan yang terdiri dari Almisbat, Projo, Seknas, Sekber, Duta Jokowi, RKIH dan JokMa serta Forum Alumni SMA Bogor Kahiji yang telah bernazar untuk memangkas rambutnya hingga plontos ketika paslon Jokowi-Ma’ruf Amin menang pada pilpres 2019, menuntaskannya di area Air Mancur Kota Bogor.

”Ini adalah ungkapan rasa syukur dari teman-teman dan tidak ada perbedaan di antara semua organ relawan,” kata Ketua Almisbat Kota Bogor Saeful Apriyadi, Rabu (17/4) malam.\

Nazar itu, lanjutnya, terucap pada saat pelaksanaan kampanye akbar dalam rapat TKD Kota Bogor. Saat itu semua sepakat melaksanakannya. ”Ya ini sudah jadi nazar dalam rapat di TKD. Jika Jokowi-Ma’ruf Amin menang, kita akan melakukan nazar botak bersama ketua-ketua organ relawan,” akunya.

Hasil KPU Paling Lama 22 Mei Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan hasil penghitungan suara pemilu 2019 secara nasional, paling lama 35 hari pasca-pemungutan suara hari ini. Artinya hasil resmi penghitungan suara pemilu 2019 akan bisa diketahui paling lama 22 Mei 2019 mendatang.

”Hasil resmi menurut undangundang paling lama 35 hari setelah pemungutan suara dilakukan, KPU sudah harus mengumumkan,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di gedung KPU Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 413 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17/2017 tentang Pemilu yang mengatakan bahwa KPU menetapkan pemilu secara nasional dan hasil perolehan suara pasangan calon, perolehan suara parpol untuk DPR RI dan perolehan suara DPD paling lama 35 hari setelah pemungutan suara.

Sementara KPU provinsi menetapkan hasil perolehan suara parpol untuk DPRD provinsi paling lama 25 hari setelah pemungutan suara. Adapun KPU kabupaten/kota menetapkan hasil perolehan suara parpol untuk DPRD kabupaten/kota, paling lama 20 hari setelah pemungutan suara. ”Penetapan perolehan hasil pemilu dalam sidang pleno terbuka,” tegasnya.

Arief menjelaskan proses penghitungan suara di TPS dimulai setelah selesai pemungutan suara pada pukul 13:00 waktu setempat. Penghitungan suara tersebut berlangsung hingga pukul 24:00 malam ini. Jika belum selesai, maka waktu untuk penghitungan ditambah 12 jam tanpa jeda.

Setelah itu dilakukan rekapitulasi secara berjenjang, mulai dari kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional. Proses penghitungan suara dan rekapitulasi dilakukan secara terbuka, dihadiri para saksi peserta pemilu dan diawasi pengawas.

Selain hitung manual, KPU juga melakukan hitung cepat melalui Situng. Namun hitung cepat tersebut bukanlah hasil resmi KPU, sebab hasil resmi berasal dari penghitungan dan rekapitulasi berjenjang.

”Situng itu hanya mempercepat proses informasi, membantu jadi alat kontrol. Tapi bukan hasil resmi yang ditetapkan KPU. Hasil resmi KPU adalah hasil yang direkapitulasi secara berjenjang, secara manual melalui berita acara,” ungkapnya. Situng juga bisa digunakan peserta pemilu. Dalam banyak pemilu yang sudah dilaksanakan, ketika peserta pemilu bersengketa, mereka mengambil data dari website KPU untuk jadi alat bukti. ”Kemudian bagi penyelenggara negara dan aparat keamanan, Situng bisa jadi referensi dalam mengambil kebijakan,” katanya. (gal/de/feb/run)

Loading...