Menanti Hotel Sayaga

by -

METROPOLITAN – Lama tak terdengar, pembangunan Hotel Sayaga di Jalan Tegar Beriman kini sudah mengalami progres pekerjaan lebih dari 80 persen. Meskipun lewat dari target pembangunan yang seharusnya selesai akhir 2018, PT Sayaga Wisata optimis pembangunan hotel bintang empat itu bakal rampung pada Mei 2019. Warga pun menaruh harapan besar terhadap keberadaan hotel yang menelan biaya Rp33 miliar itu. Direktur Operasional (Dirops) PT Sayaga Wisata, Ivan Fadilla, mengatakan, peralatan mekanikal dan kelistrikan sudah masuk sejak minggu lalu, seperti genset, travo dan lainnya, termasuk lift dan saat ini tengah menyelesaikan plafon, lantai dan pintu kamar. “Waktu alat mekanikal dan elektrikal masuk itu 80 persen. Kalau tepatnya berapa sekarang setelah rapat besok (hari ini, red) ada infonya. Tapi ya secara umum sudah lebih lah dari segitu,” katanya saat dihubungi Metropolitan, kemarin.

Mantan suami Mojang Jakarta itu menambahkan, pengerjaan pintu kamar dibangun pada total 80 unit kamar dengan lantai berbahan utama granit. Pekerjaannya kini fokus dalam ruangan, sehingga tak terlalu terpengaruh oleh cuaca buruk yang belakangan terjadi di Kabupaten Bogor atau Cibinong Raya. “Cuaca sepertinya nggak jadi kendala ya, karena pengerjaannya fokus di dalam,” paparnya. Jadi, sambung dia, pengerjaan diperkirakan rampung sampai akhir Mei sesuai pemberian kesempatan untuk perpanjangan kontrak atau adendum yang diberikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bumi Tegar Beriman itu. Penyedia jasa sendiri sudah kena denda tiga persen per bulan. Selain itu, proyek tersebut juga sempat mengalami perubahan pekerjaan atau re-desain dari Detail Engineering Design (DED) yakni desain parkir dan jalan masuk jembatan depan bangunan hotel. Ada perubahan di jalan masuk dan jalan arah ke parkiran. Lalu, tambahan fasade untuk lapisan kedua layer penutup. Tampak depan hotel juga bakal diubah. Pekerjaan ini belum rampung karena sempat masuk desain ulang. “Di depan yang nampak mukanya hotel. Rapat mingguan soal progres (pembangunan hotel) juga terus dilakukan. Fasade jalan masuk dan parkir yang masuk re-desain mah belum (rampung),” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Umum (Dirum) PT Sayaga Wisata, Aminudin, mengatakan, perubahan desain proyek harus dilakukan setelah melihat kondisi eksisting selama pekerjaan. Ia menampik jika kebijakan tersebut dinilai menabrak aturan, karena mengubah siteplan saat pekerjaan. Apalagi, molornya pekerjaan menjadi sorotan banyak pihak. “Tidak lah (menabrak aturan, red), karena kami sudah konsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan LPH, Datun Kejaksaan Negeri (Kejari). Dengan pertimbangan efisiensi waktu dan uang, daripada kerja dua kali nanti pada Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kedua tahun ini,” katanya. Selain itu, perubahan desain muncul setelah pihaknya mendapat kepastian PMP tahun ini. Awalnya rencana lahan depan bangunan tidak bisa dimanfaatkan untuk parkir. Setelah ada kepastian PMP, pihaknya memutuskan mengubah desain agar tidak dikerjakan dua kali tahun ini. “Jadi lebih efisien. Kan nggak nabrak aturan. Re-desain bukan hal haram selama ada dalam jangka waktu yang ditentukan. Kalau misal buat seperti rencana lalu di pekerjaan tahap dua dibongkar kan mubazir. Nanti pada PMP tahap kedua, penambahan jumlah kamar jadi 120 kamar dan pagar pembatas. Ini sudah ada tim lelang dari ULPBJ, karena kami yang minta,” tuntas pria yang akrab disapa Amin itu. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *