Pemilu Serentak Berefek Buruk Bagi Kesehatan

by -0 views

METROPOLITAN – Banyaknya petugas pemilu yang jatuh sakit hingga meninggal membuat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari F Syam angkat bicara. Menurutnya, pelaksanaan pemilu kali ini benar-benar tidak baik untuk kesehatan. Sebab pemilihan presiden (pilpres) dibarengi pemilihan legislatif (pileg), sehingga menguras tenaga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Hal itu membuat petugas kelelahan dan sangat mungkin menyebabkan human error. ”Kalau DKI Jakarta pilpres, DPR, DPD, DPRD. Kalau daerah lima tabulasinya lebih banyak lagi. Dia hitung banyak. Apalagi banyak tekanan. Ini belum selesai lho. Belum lagi di kecamatan, dihitung lagi. Belum lagi kalau ada tuntutan, seorang caleg merasa suaranya dihilangkan,” ujarnya.

Hal itu akhirnya membuat petugas kelelahan, kurang tidur, makan yang tidak beres, ditambah lagi mengonsumsi minuman yang mengandung kafein. ”Ini akan membuat orang yang tadinya menderita hipertensi bisa stroke, bisa meninggal. Orang yang tadinya sudah ada gangguan sumbatan akan menyebabkan serangan jantung,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, dengan kondisi seperti ini membuat kemungkinan terjadinya kesalahan pada pekerjaan bisa dilakukan. ”Ketika orang bekerja full, sebenarnya orang bisa bekerja benar-benar full dalam keadaan sehat delapan jam. Setelah itu musti dikurangi pekerjaannya. Apalagi kalau sudah lewat 16 jam, sudah tidak efektif. Tingkat error jadi lebih tinggi,” ungkapnya.

Ia menyatakan sistem pemilu kali ini memang lebih bagus dan efektif, hanya saja efeknya tidak sehat. Sehingga menyebabkan banyak petugas KPPS sakit bahkan meninggal.

”Hal ini terus terang jadi rentan untuk para petugas. Harus jadi evaluasi pemerintah dan DPR bahwa banyak hal kelihatannya efektif. Orang-orang yang bekerja jadi korban,” ujarnya.

Prof Ari memberikan saran agar pada pemilu mendatang masalah istirahat petugas bisa dengan memperbanyak petugas atau gunakan sistem shift. ”Di satu sisi memang mereka dikejar deadline. Karena itu, suasana bekerja mereka mesti baik. Penerangan musti baik, AC musti baik. Konsumsi makan juga harus cukup,” ujarnya. (feb/run)