Penghitungan Tingkat Kecamatan Dibatasi Jam 6 Sore

by -
HITUNG SUARA: Petugas saat pleno rekapitulasi penghitungan suara d tingkat kecamatan. KPU Kota Bogor membatasi waktu pleno akibat banyak petugas yang berguguran.

METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor mencatat sudah dua petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia hingga Selasa (23/4). Tak hanya itu, enam anggota KPPS mesti dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan. Akibat kondisi itu, KPU Kota Bogor mengeluarkan kebijakan yang membatasi pleno penghitungan suara di tingkat kecamatan.

Ketua  KPU Kota Bogor Samsudin mengatakan, dalam kebijakan tersebut, pleno dilakukan mulai pukul 09:00 WIB dan berakhir pukul 18:00 WIB. Sebelumnya, waktu akhir pleno di kecamatan bersifat tentatif bahkan bisa berlangsung hingga tengah malam dan dini hari. Kebijakan tersebut mulai berlaku hari ini (24/4) hingga batas akhir waktu pleno.

“Sehingga proses penghitungan di tingkat kecamatan tidak dilaksanakan hingga larut malam. Jadi dilanjut di hari berikutnya sambil menyiapkan tenaga medis di tiap kecamatan,” kata Samsudin. Meski ada pembatasan waktu, dirinya optimis proses penghitungan suara bisa selesai tepat waktu sebelum 4 Mei 2019. Selain soal pembatasan waktu, KPU bersama Panitia Pengawas Pemilu dan saksi-saksi juga sepakat untuk fokus pada hasil akhir perhitungan, tidak lagi membahas yang sifatnya administrasi. Langkah ini dilakukan untuk mempersingkat waktu kerja.

“Sifatnya imbauan, tapi lebih menekankan untuk diterapkan. Kami optimis bisa selesai sampai 4 Mei, kan masih ada sisa waktu sekitar sepuluh hari. Ini sudah luar biasa ya, sudah lebih dari 90 petugas meninggal, ratusan dirawat, ya rata-rata kelelahan,” terangnya.

Meski banyak yang berguguran, tidak ada penambahan sumber daya secara khusus. KPU hanya mengacu pada aturan bahwa yang melakukan rapat pleno di tiap kecamatan yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beserta sekretariat, Panitia Pemungutan Suara (PPS) beserta sekretariat dan diawasi Panwascam serta dihadiri para saksi. “Sejauh ini, sampai Senin (22/4), sudah 28 persen dari seluruh jumlah wilayah sudah pleno. Dari 68 kelurahan, sudah 19 kelurahan beres,” terangnya.

Di samping itu, KPU Kota Bogor belum mengetahui pasti besaran santunan untuk dua anggota KPPS-nya yang meninggal, yaitu anggota KPPS Bondongan Bogor Selatan Rasty Miranda (24) dan Ketua KPPS Tegalgundil Bogor Utara Anwar Sofyan (62). KPU masih terus melakukan pendataan sambil menunggu arahan dari KPU RI.

“Sudah ada dua petugas KPPS meninggal dunia, enam orang dirawat. Kami bantu sekemampuan kami dan pendataan, sembari menunggu arahan dari KPU pusat,” tandas Samsudin. (ryn/c/fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *