Pengunjung Tewas Di Kolam Renang Cimalati

by -3 views

METROPOLITAN – Seorang pengunjung asal Jakarta tewas saat berenang di kolam renang Taman Rekreasi Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/4).

Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11:10 WIB. Korban atas nama Kusnadi (61) warga Condet, Batuampar, RT 17/05, Jakarta Timur, itu tengah berenang di kolam besar sedalam 1,5 meter bersama rombongannya.

Namun tiba-tiba saat hendak naik dari kolam renang, ia terjatuh. ”Mungkin kecapekan. Pas mau naik dari kolam renang, dia malah ngagolosor (terpeleset, red) ke kolam tersebut dan tenggelam,” ungkap Petugas Keselamatan Cimalati, Endang Somantri (46).

Pengunjung di sekitar yang melihat korban mengira awalnya sengaja berenang lagi. Tetapi saat ditolong, korban sudah tak sadarkan diri. ”Kami sudah berusaha memberikan pertolongan pertama dengan memberinya napas buatan dan menekan bagian dadanya agar keluar air,” katanya.

Karena pertolongan pertama tak membuahkan hasil, Kusnadi kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhakti Medicare Cicurug. ”Di perjalanan masih ada napasnya. Tidak lama di rumah sakit, Pak Kusnadi meninggal,” bebernya.

Adik korban, Suryani (44), mengaku kecewa karena taman rekreasi yang dikunjungi tidak menyediakan fasilitas medis seperti ambulans yang siaga. “Memang ini musibah. Namun saya sebagai adiknya merasa kecewa karena tidak ada fasilitas medis dan ambulans yang siap. Termasuk lambatnya penanganan,” ujarnya.

Karena itu, Suryani meminta pihak manajemen Cimalati bertanggung jawab atas musibah tersebut. ”Kami masuk ke Cimalati ini bayar lho pak, kan ada asuransinya. Saya minta pertanggungjawabannya,” ujar Suryani seraya mengusap air matanya.

”Bayangkan saja, dari lokasi abang saya dengan kondisi sudah tidak sadarkan diri itu harus digotong mutar. Bahkan terkesan sama sekali tidak ada mobil ambulans, serta tidak adanya tindakan preventif sama sekali,” kesalnya.

Sementara Dirut Perumda Pesona Pariwisata Cimalati, Ace Riyadi, mengaku akan menuju rumah duka memberikan asuransi kepada keluarga Kusnadi, seorang pengunjung yang tewas saat berenang di kolam besar, Minggu (14/4).

Ace mengaku mendapat kabar tersebut sekitar pukul 11:10 WIB. Menurutnya, korban bukan tenggelam melainkan ada hal lain yang menyebabkan Kusnadi meninggal dunia. Apalagi dengan usianya yang sudah 61 tahun.

”Saat itu kita langsung antar ke rumah sakit berikut dengan keluarganya. Pernyataan dokter sementara, sebelum ke air ada kemungkinan hal-hal yang lain. Bahkan saat dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Medicare Cicurug masih bernapas. Begitu ke rumah sakit, sudah meninggal,” ujarnya.

Menurut Ace, Cimalati sudah melakukan tindakan awal oleh tim lifeguard. Baik memompanya, memberikan napas buatan dan lain sebagainya, tetapi tidak ada air yang keluar dari dalam tubuh korban.

”Jadi kalau lambat sih tidak terlalu lambat, karena memang itu kejadiannya di kolam yang kedalamannya satu meter, bukan tiga meter. Pihak keluarga sebelum bapak itu turun ke kolam diminta tidak dulu turun langsung, tapi diminta samasama dan tidak tahu akan mendapatkan musibah,” terangnya.

Kalaupun ada keluhan, keluarga korban soal tidak adanya fasilitas medis, tambah Ace, ia mengaku belum bisa menyiapkan itu. ”Kita harus akui bahwa belum sekuat itu untuk menyiapkan. Tetapi dalam hal lain kita sudah persiapkan. Ke depan jika harapan ingin sekali ada itu, kita akan memenuhinya,” katanya.

Ace juga mejelaskan akan ada asuransi, sebab tiket sudah termasuk asuransi. Sudah dijelaskan juga bersama kepolisan kepada keluarganya. ”Kita juga akan langsung ke rumah duka di Jakarta untuk musyawarah,” tandasnya. (kng/ ade/feb/run)