Ratusan TPS Pemilihan Lagi

by -

METROPOLITAN – Pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 yang berlangsung pada 17 April lalu menyisakan persoalan. Sejumlah daerah terpaksa melakukan pencoblosan ulang dan susulan akibat maraknya Tempat Pemungutan Suara (TPS) bermasalah yang tersebar di beberapa kota/kabupaten.

Di Jawa Barat, sedikitnya ada lima daerah yang telah mendapat rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Di antaranya Kota Cimahi, Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah Dahlan mengatakan, pemungutan suara ulang terpaksa dilakukan karena adanya pemilih yang memilih bukan pada wilayah TPS tersebut. “Ada pula yang tidak terdaftar di DPT, tidak punya formulir A5 tapi diberikan hak pilih di situ,” kata Abdullah.

Seperti kejadian di TPS 114 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan. Diduga telah terjadi empat orang mencoblos di TPS di mana mereka bukan sebagai warga pemilih dan tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Abdullah menuturkan, mereka memiliki KTP Elektronik (KTP-el) tapi tidak membawa formulir A5 (formulir pindah mencoblos, red). ”Pencoblosan dilakukan saat ketua KPPS izin ke TPS lain untuk mencoblos. Ketika ketua KPPS kembali, diketahui ada empat orang mencoblos di mana mereka tidak punya hak pilih di TPS tersebut,” bebernya.

Untuk di Kota Depok, potensi ada di TPS 65 Jatijajar Tapos, yakni ada tujuh pemilih yang tidak terdaftar di DPT dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) menggunakan hak pilih di TPS.

Untuk Kabupaten Cirebon, potensi PSU terjadi karena Daftar Pemilih Khusus (DPK) dari luar daerah menggunakan hak pilih di TPS yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Sedangkan di Kota Bandung, potensi PSU karena adanya lima pemilih yang menggunakan A5 diberikan lima jenis surat suara oleh KPPS di TPS 49 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong,” bebernya. Selain PSU, KPU juga mencatat sebanyak 12 TPS di tiga daerah Jawa Barat akan menggelar Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) pemilu 2019. Jumlah tersebut bertambah dari asalnya hanya delapan TPS.

Rifqi merinci, TPS melaksanakan PSL berlokasi di Kabupaten Cianjur lima TPS, Kabupaten Subang satu TPS dan Kota Bekasi enam TPS. ”PSL di tiga daerah ini karena ada kendala saat hari pencoblosan. Seperti kurangnya surat suara atau ada juga yang tertukar. Total ada 12 TPS,” kata Rifqi.

Ia mengatakan, pelaksanaan PSL di Kabupaten Cianjur rencananya digelar pada Sabtu (20/4). Di Cianjur ada lima TPS yang akan melakukan PSL untuk pemilihan DPRD kabupaten saja. ”Untuk PSL Cianjur akan dilakukan besok di lima TPS karena surat suara tertukar, khusus DPRD kabupaten-nya,” ucapnya.

Sementara di Kota Bekasi, PSL berlangsung pada Minggu (21/4). Di daerah tersebut ada empat TPS melakukan pemilihan untuk DPRD provinsi, satu TPS untuk pemilihan DPD dan satu untuk pemilihan presiden. ”Subang juga akan digelar Minggu dengan PSL untuk pemilihan DPRD kabupaten,” ucap Rifqi.

Saat ini, tambahnya, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk pelaksanaan PSL. Pihaknya juga mengaku sudah menerima kebutuhan logistik dari KPU RI untuk keperluan PSL. ”Hari ini coba kita distribusikan dan melakukan koordinasi kesiapan untuk PSL,” katanya.

Soal daerah yang harus menggelar PSU, Rifqi mengaku masih mengkaji hal tersebut. Sebab, pihaknya belum menerima rekomendasi dari Bawaslu Jawa Barat untuk pelaksanaan PSU. ”Sampai saat ini belum terima surat resmi. Untuk itu kita akan koordinasi dengan Bawaslu Jawa Barat supaya memang betulbetul alasan PSU karena faktor alasan sesuai aturan,” ujar Rifqi.

Loading...