METROPOLITAN – Berdasarkan data nasional terakhir Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya data morbiditas dan mortalitas di fasilitas-fasilitas kesehatan, ternyata penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Selain itu terdapat perubahan profil sosial ekonomi dari penderita penyakit jantung dan pembuluh darah dari kelompok masyarakat dengan sosial ekonomi menengah ke atas, kini tidak jarang dialami pula oleh kelompok sosial ekonomi rendah (miskin/tidak mampu). Faktor-faktor penyebab tingginya angka kejadian penyakit jantung koroner atau gagal jantung adalah masyarakat belum sepenuhnya memahami faktor risiko penyakit jantung koroner, kurangnya pengendalian penyakit infeksi, sanitasi dan gizi buruk, serta adanya infeksi dan imunitas rendah.

Luasnya cakupan pada berbagai sosial ekonomi merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian, mengingat tata laksana penyakit ini pada tingkat kuratif memerlukan teknologi tinggi dan biaya tinggi pula. Saat ini RSUD Kota Bogor mengembangkan layanan Jantung Terpadu yang keterpaduannya meliputi fasilitas, prasarana maupun SDM, yang menangani berbagai jenis penyakit jantung dan pembuluh darah. Diharapkan layanan ini dapat menghasilkan layanan spesialistik dan subspesialistik jantung dan pembuluh darah yang berkualitas, efektif dan efisien sehingga untuk itu diperlukan tata kelola yang baik sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya.

Saat ini mempunyai kapasitas 2 (dua) poliklinik jantung, 7 (tujuh) tempat tidur ruang Intensive Cardio Unit (ICVCU), 1 (satu) laboratorium kateterisasi (cathlab), 1 unit medical cek up jantung yang diharapkan mampu melayani deteksi dini, tindakan diagnostik dan intervensi kardiovascular.

Seperti yang kita ketahui, penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia. Di negara kita Indonesia, khususnya data yang ada pada badan kesehatan dunia (WHO), tercatat bahwa 30% dari total kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Oleh sebab itu deteksi dini untuk jantung dan pembuluh darah sangatlah teramat penting agar kita dapat mendeteksi sejak awal dan dapat mencegah sedini mungkin risiko yang akan didapatkan dari penyakit jantung ini. Adapun deteksi dini untuk jantung dan pembuluh darah yang dapat kita lakukan yaitu:

  1. ANAMNESA Anamnesa adalah istilah di bidang kesehatan yang berarti tanya jawab seperti keluhan kita yang mungkin mengindikasikan ke arah penyakit jantung, riwayat penyakit kita di masa lampau, faktor-faktor yang memberatkan (hipertensi, diabates melitus, asam urat, kolesterol dan menopause bagi wanita), dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga yang memiliki hubungan darah langsung dengan kita.
  2. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik jantung bertujuan untuk mendeteksi apakah ada kelainan pada jantung seperti tanda-tanda payah jantung seperti pembengkakan jantung, adanya bunyi katup jantung yang tidak normal tanda kebocaran katup jantung, ataupun letak jantung yang tidak normal.
  3. (EKG) ELEKTROKARDIOGRAM Pemeriksaan EKG adalah pemeriksaan kesehatan terhadap aktivitas elektrik listrik jantung. Pemeriksaan EKG ini digunakan untuk membuat grafik rekaman aktivitas listrik jantung yang ditangkap oleh elektroda ketika mencapai kulit. Pemeriksaan EKG ini tujuannya adalah untuk melihat aktivitas listrik jantung, menemukan penyebab terjadinya nyeri dada yang mungkin disebabkan oleh serangan jantung mendadak, membantu mendeteksi gangguan irama jantung, sumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah jantung, serangan jantung termasuk menentukan letak serta luas terjadinya serangan jantung.
  4. TREADMILL TEST Tes treadmill adalah pemeriksaan EKG dengan pemberian beban atau stres pada jantung atau juga biasa disebut pemeriksaan rekaman jantung saat beraktivitas (lari). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi apakah kita menderita penyakit jantung koroner, adanya kelainan listrik jantung serta dapat memberikan informasi kapasitas fungsional kita sehingga bisa memberikan gambaran tentang prognosis kemungkinan arah perjalanan penyakit jantung yang kita derita.
  5. ECHOKARDIOGRAFI Ekokardiografi adalah pemeriksaan jantung dengan alat ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi jantung kita karena pemeriksaan ini dapat melihat hampir semua struktur susunan jantung, seperti dapat melihat bagaimana ketebalan otot jantung, bagaimana kondisi katup jantung, adakah kebocoran pada daerah katup jantung, penyempitan katup jantung, adakah katup jantung yang patah, bagaimana kondisi rongga jantung, adakah pembesaran jantung, melihat kondisi pembuluh aorta, bahkan ekokardiografi juga dapat melihat adanya hal-hal yang tidak normal lainnya dalam rongga jantung seperti tumor atau gumpalan darah dan juga dapat menilai fungsi jantung dan kemampuan pompa jantung.
  6. KATETERISASI JANTUNG/ ANGIOGRAFI JANTUNG Gunanya untuk mendeteksi apakah jantung pasien sudah terjadi sumbatan yang bermakna (lebih dari 70%) di pembuluh darah koroner sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pemasangan stent/ring ataupun dilakukan operasi by pass jantung. Di samping itu kateterisasi jantung sangat berguna untuk menilai apakah pasien memiliki risiko untuk mengalami serangan jantung ataupun risiko meninggal mendadak oleh karena pembuluh darah koroner pasien rapuh dan rentan untuk pecah atau tidak.
  7. MSCT SCAN CARDIAC Merupakan salah satu pemeriksaan MSCT 128 Slices yang berguna untuk mendapatkan informasi tentang lokasi dan derajat berat-ringannya sumbatan oleh hard plaque dan soft plaque pada pembuluh darah koroner dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Manfaat MSCT Scan Cardiac :

  1. Dapat melihat keberadaan plak atau timbunan kalsium pada pembuluh darah koroner dan menentukan derajat berat-ringannya penyempitan pada pembuluh darah koroner tersebut (membantu mendiagnosa kecurigaan penyakit jantung koroner).
  2. Dapat memberikan gambaran visual dari dinding pembuluh darah koroner.
  3. Membantu pemantauan pasca operasi bypass dan pemasangan stent.
  4. Mengevaluasi adanya massa (tumor) jantung.
  5. Mendeteksi adanya anomali (kelainan) jantung.
  6. Evaluasi anatomi cardiac/pericardiac, seperti adanya massa (tumor), thrombus (pembekuan darah), dll.

Siapakah yang memerlukan Pemeriksaan MSCT Scan Cardiac?

  1. Seseorang dengan risiko penyakit jantung ringan atau sedang tetapi tidak pada saat serangan.
  2. Seseorang dengan kasus-kasus chest pain (nyeri dada).
  3. Pasien setelah melakukan operasi bypass dan pemasangan stent.

Konsultasi: • Spesialis Jantung Dewasa • Spesialis Rehab Medik • Spesialis Anestesi • Ahli gizi • Medical Heart Check up

Diagnostik Non Invasif: • EKG • Echocardiografi • Treadmill Test • USG Dopler, Carotis dan vascular • Cek PPM, CRT, ICD

Diagnostik Jantung: • Coroner Angiografi (diagnostic)

Intervensi Jantung: • Alat Pacu Jantung : TPM, PPM • Pelebaran Pembuluh darah : PTCA dan atau Stent • Pericardiosintesis • Penutupan Lubang jantung melalui transkateter pada PDA, VSD,

ASD dan PFO (on proses) • PTBV / BMV (on proses) • BAS (Balloon Mitral Valvuloplasty) (on proses)

Vaskular & Perifer: • Arteriografi • Digital Subtracting Angiogram (DSA) • Intervensi Vaskular & Perifer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here