Saksi Caleg Ngamuk Di Kantor PPK Bosel

by -5 views
GERUDUK: Sejumlah saksi yang diutus para caleg DPRD Kota Bogor menggeruduk kantor Sekretariat PPK Bosel, kemarin. Mereka tak terima harus menunggu lama proses penghitungan suara.

METROPOLITAN – Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) Bogor Selatan (Bosel) berlangsung panas. Pleno yang berlangsung di Sekretariat PPK Kelurahan Cipaku itu sempat bersitegang lantaran perbedaan pendapat dan pemahaman.

Kejadian  itu bermula saat sejumlah saksi untuk DPRD Kota Bogor tak terima lantaran harus menunggu lama proses penghitungan suara. Tak hanya itu, perbedaan opini antara saksi dengan pihak PPK juga semakin memperkeruh suasana kemarin siang. “Kita harus nunggu lama di sini sebagai saksi, ditambah DPRD itu paling terakhir setelah empat kertas suara lainnya,” keluh salah seorang saksi yang namanya enggan disebutkan.

Tak hanya itu, para saksi juga sempat mengeluhkan mekanisme penghitungan yang dinilai lebih lambat dan tidak efisien. Bahkan mekanisme penghitungan satu per satu jenis suara yang diterapkan dicurigai dapat memicu tindak kecurangan dari sejumlah oknum tidak bertanggung jawab. “Kalau yang dihitung presiden dulu, nasib kami saksi DPRD bagaimana? Lagian juga kalau seperti itu, saya kira berpotensi membuka ruang untuk curang,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPK Bogor Selatan Dedi Sarifudin mengatakan, sebanyak empat ruangan berbeda sudah disiapkan jajaran panitia untuk mempercepat proses pleno. Pihaknya juga mengaku sejak pukul 09:00 WIB sudah memulai penghitungan. “Kita sudah siapkan empat kelas. Masing-masing kelas membahas satu kelurahan. Jadi dalam satu hari kita pleno empat kelurahan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Disinggung soal ketegangan yang sempat terjadi, menurutnya, itu terjadi lantaran perbedaan pemahamam antara pihaknya dengan saksi. Para saksi berpikir proses pleno dilakukan secara sekaligus, padahal dalam ketentuannya semuanya harus dilakukan berurutan. “Saksi mengira dalam satu kotak suara ada lima surat berbeda, padahal tidak. Satu kotak suara satu surat dan kita hitung satu per satu sesuai jenis suratnya,” bebernya.

Menurutnya, akar dari permasalahan tersebut adalah saksi harus menanti lama lantaran mayoritas saksi didominasi saksi DPRD. “Intinya mereka harus menunggu lama. Sedangkan personel kita terbatas. Saat ini saja kita sudah memaksimalkan, empat kelurahan dalam satu hari. Semoga saja empat kelurahan ini bisa selesai sesuai waktu yang kita tetapkan,” tutupnya.

Sekadar diketahui, PPK menargetkan dalam satu hari dapat selesai memplenokan empat dari total 16 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Jika dihitung estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pleno bakal berlangsung hingga empat hari ke depan. Kendati demikan, masa penghitungan dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, terhitung sejak Kamis (18/4) hingga 4 Mei 2019 mendatang. (ogi/c/els/run)