Seeanaknya Keruk Tanah Merah Tanpa Izin

by -

METROPOLITAN – Kabupaten Bogor bagian timur memang menyimpan banyak potensi yang bila dikelola dengan maksimal akan memberikan kontribusi besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor. Selain industri, pertanian dan pariwisata, sektor pertambangan merupakan salah satu bisnis yang sangat menjanjikan di Bogor Timur, baik di Kecamatan Gunungputri, Jonggol, Cariu hingga Tanjungsari. Hal itu terlihat dari banyaknya ‘pemain’ galian tanah yang membuka lahan galian tanah merah maupun bahan baku keramik di wilayah tersebut.

Maraknya keberadaan galian tersebut tak lepas dari banyaknya permintaan terkait kebutuhan tanah untuk menunjang pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan tol. Contohnya, pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang membutuhkan jutaan ton tanah merah untuk pengerasan. Belum lagi, proyek pengurugan laut di kawasan Dadap Tangerang yang juga membutuhkan jutaan ton tanah merah. Semua kebutuhan tanah itu umumnya di suplai dari Bogor Timur. Jadi, bisa dibayangkan besarnya kebutuhan tersebut dan proses eksploitasi yang dilakukan penambang di Bogor Timur.

Besarnya permintaan tersebut tentunya menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan bagi penambang liar. Sebab, di situlah perputaran uang miliaran rupiah bisa dilakukan dalam hitungan hari minggu. Namun ironisnya, tak sepeserpun uang miliaran tersebut masuk ke pemerintah untuk menunjang proses pembangunan. Padahal dampak negatif, seperti kerusakan kontur lahan, jalan rusak hingga kecelakaan merupakan konsekuensi pasti di setiap lokasi yang dekat dengan galian tanah ilegal.

Loading...