Sukses Dengan Konsep Work Smart

by -23 views

METROPOLITAN – Sebagai seorang pemimpin perempuan, Director Shopee Indonesia Christin Djuarto dituntut bisa menyelesaikan pekerjaan dan mengatasi semua masalah dengan baik. Di sisi lain, sebagai calon ibu, ia juga dituntut agar tidak bekerja terlalu keras dan menjaga kesehatan. Dua peran yang sangat tidak mudah untuk dilakukan.

Untuk mengatasinya, Christin menemukan formula yang tepat. Yaitu dengan lebih menerapkan konsep work smart daripada work hard. “Dulu saat masih muda, saya sangat fokus dengan work hard. Tapi sekarang harus bisa work smart. Artinya saya harus bisa bekerja dengan waktu yang lebih efektif namun tetap bisa menghasilkan result yang sama,” ungkap Christin Djuarto.

Menurut Christin, work smart dapat membantunya untuk bisa bekerja secara sehat. Ia jadi bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat karena sebaik mungkin memanfaatkan waktu di kantor. Sehingga saat di rumah, ia tidak lagi memikirkan pekerjaan dan bisa memiliki waktu istirahat yang cukup.

Selain itu, cara tersebut tidak hanya baik untuk Christin sendiri, tetapi juga akan memberi dampak baik kepada timnya.

Sebagai seorang leader, Christin harus tahu skala prioritas suatu pekerjaan. Mana yang lebih penting, mana yang bisa didelegasikan pada tim dan mana yang akan memiliki dampak lebih besar. Dengan begitu, pekerjaan bisa cepat selesai dan hasilnya maksimal.

“Misalnya ada sepuluh masalah yang harus dihadapi, berarti paling tidak kita harus bisa memilih tiga teratas untuk ditangani lebih dulu. Karena lebih baik mengerjakan dua tapi hasilnya maksimal, daripada mengerjakan sepuluh tapi setengah-setengah,” katanya.

Mengeksekusi semua pekerjaan seorang diri memang akan memberi kepuasan tersendiri. Namun ada kalanya seseorang tidak bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Jika sudah begitu, Christin menyarankan agar mengetahui batasan diri sesuai keadaan. Sehingga ketika sudah tidak memungkinkan lagi untuk bekerja sendiri, maka bisa berbagi tugas dengan anggota tim.

“Kita harus mengerti kelebihan masing-masing anggota tim. Siapa saja yang punya potensi dan siapa saja yang bisa memberikan solusi dan menghadapi masalah dengan baik. Kita harus percaya dengan mereka dan bisa berbagi tugas,” paparnya.

Selain itu, memberi kepercayaan kepada tim juga bisa membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan dan perkembangan individual. Pekerjaan yang menumpuk seringkali membuat kita lupa waktu. Belum lagi jika ada masalah, sebisa mungkin kita pasti ingin mengatasi semuanya dengan cepat tanpa memikirkan hal lain.

Namun ketika sudah berkeluarga, menurutnya harus bisa mengatur waktu agar bisa bekerja lebih efisien. Sehingga bisa memiliki banyak waktu untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga. “Dulu setiap ada masalah, saya akan berpikir nanti akan saya perbaiki dan kerja lebih keras lagi. Jika ada yang belum selesai, saya akan lembur. Tapi ketika saya hamil, ini menjadi sesuatu yang berbeda. Saat sampai rumah dan mau kerja, saya malah ketiduran karena lelah. Dari situ saya tahu bahwa saya harus bisa bekerja dengan lebih efisien. Saya memaksimalkan waktu di kantor untuk menyelesaikan semua pekerjaan,” ungkapnya. (kmp/mam/run)

Loading...