METROPOLITAN – Pemandian air panas Tirta Sayaga di Desa Bojongindah, Kecamatan Parung, nyatanya tidak pernah sepi pengunjung. Bukan wilayah Bogor saja, tapi juga daerah tetangga seperti Tangerang, Jakarta hingga Bekasi. Para pengunjung itu jauh-jauh datang untuk menikmati berendam di air panas alami gunung kapur di utara Kabupaten Bogor itu. Tak heran, keuntungan pun bisa diraup PT Sayaga Wisata setiap tahunnya sekitar Rp600 juta. Tak hanya itu, sejak dikelola per 2016 lalu oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pariwisata menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat. Kini mempekerjakan sekitar 50 orang dan ratusan warga yang mengais rezeki di dalam lokasi pemandian, dari dua desa setempat, yakni Desa Bojongindah dan Desa Cogreg. “Pekerja yang ada sekitar 50 orang, sebagian besar itu dari warga dua desa setempat, yakni Desa Bojongindah dan Cogreg. Banyak juga warga yang diberdayakan, mulai dari pengelolaan parkir dan memberdayakan pengusaha lokal dan tenaga kerja masyarakat setempat,” kata Direktur Umum (Dirum) PT Sayaga Wisata, Aminudin kepada awak media. Hal itu pun disebutnya saling menguntungkan tidak hanya bagi perusahaan pelat merah tersebut, tetapi juga angin segar bagi masyarakat setempat.

Sebab di pemandian seluas 2,2 hektar itu, ada warga yang berjualan makanan dan minuman, sewa tikar hingga jasa foto. “Bisa dibilang 90 persen warga setempat, Mulai dari pengelolaan parkir, pengusaha lokal yang masuk lokasi, hingga urusan kebersihan yang terjalin dari kerja sama dengan warga setempat,” ucapnya. Amin pun merasa bersyukur lantaran hubungan yang baik itu bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, yang kini bisa meraup untung Rp600 juta per tahunnya. Sehingga, investasi yang mengandeng pihak ketiga secara total Rp4 miliar di awal pengelolaan itu, punya potensi besar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata secara konsisten. “Apalagi awal kami masuk kesini kan tanpa modal, sehingga kami gandeng investor.

Ternyata hasilnya luar biasa, pengunjung bisa 5-7 ribu pada saat musim liburan. Dulu kan kesannya kumuh, sekarang lebih tertata. Pemberdayaan masyarakat sekitar juga dimanfaatkan, alhasil ya hasilnya maksimal, lebih tertata,” paparnya. Dia berharap, keberhasilan perusahaan mengelola pemandian air panas ini, bisa menular kepada lokasi-lokasi lain yang kini mulai digarap PT Sayaga Wisata. Seperti pembangunan Hotel Sayaga di Jalan Tegar Beriman Cibinong, hingga merintis pengelolaan wisata di Gunung Salak Endah (GSE) dan kelanjutan Kebun Raya Cibinong (KRC), yang masih digodok Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). “Itu kami tindak lanjut, sedangkan GSE banyak potensi wisata, yang bisa dikembangkan dan ditata. Tentu juga dijajaki dengan warga setempat, agar pemberdayaan masyarakat bisa sejalan dengan keuntungan perusahaan. Kita cari skema terbaik, supaya warga juga merasakan manfaatnya, seperti di pemandian air panas Tirta Sayaga,” pungkas Amin. (ryn/c/yok)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here