Waduk Ciawi Nasibmu Kini…

by -
DCIM100MEDIADJI_0068.JPG

Metropolitan – Sejak pengerjaan dimulai per November 2016, hingga kini megaproyek pembangunan Waduk Ciawi, Kecamatan Ciawi belum juga rampung. Pembangunan bendungan yang dipercaya sebagai pengendali banjir DKI Jakarta dari sisi hulu itu masih berkutat dalam pembangunan fisik sembari menyelesaikan proses pembebasan lahan. Hal tersebut pun dikeluhkan Bupati Bogor, Ade Yasin. ORANG nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu mengatakan, proyek pengerjaan konstruksi senilai Rp757,8 miliar itu hingga kini belum ada progres berarti. Mulai dari sumber anggaran, pembebasan lahan hingga pengerjaan fisik. Mewujudkan proyek ambisius itu, wanita berkacamata itu memastikan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tidak cukup membiayainya. Untuk itu, perlu bantuan dana baik dari pemerintah pusat atau Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. ”Nah itu dia. Kita belum ada progres. Sebab, kalau berharap pada APBD kita, itu nggak mungkin karena biaya yang diperlukan sangat besar. Apalagi, banyak juga kan yang harus dikerjakan pemkab,” katanya saat ditemui Metropolitan, kemarin. Politisi PPP itu berharap ada bantuan dari Pemprov DKI Jakarta karena merupakan upaya besar dalam mengatasi banjir di ibu kota.

Kabupaten Bogor sebagai wilayah hulu dianggap memegang andil dan berperan besar dalam mengatasi masalah. “Sebetulnya kami berharap itu bantuan (pemprov, red) DKI ya, karena itu bagian dari upaya mengatasi banjir di ibu kota. Salah satu upaya kita untuk pengendalian banjir. Berharap dananya antara DKI dan pusat. Kalau belum ke situ, ya kami belum bisa apa-apa,” ujar wanita berkacamata itu. Sekadar diketahui, area pembangunan Bendungan Ciawi mencakup empat desa, yakni Desa Gadog, Desa Cipayung, Desa Sukakarya dan Desa Kopo dan ada 940 bidang lahan yang harus dibebaskan. Waduk itu nantinya menampung aliran Sungai Cisarua, Sungai Cibogo dan anak Sungai Ciliwung dengan volume tampungan 6,45 juta meter per kubik serta bisa mereduksi banjir di bantaran sungai dan DKI Jakarta hingga 30 persen. Kontrak pembangunan Bendungan Ciawi sendiri ditandatangani 23 November 2016 antara Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dengan kontraktor PT Brantas Abipraya-Sacna KSO dengan nilai pekerjaan konstruksi Rp757,8 miliar melalui kontrak tahun jamak (multi years). Hingga kini proyek fisik dilakukan berbarengan dengan proses pembebasan lahan dan ditarget rampung akhir 2019. (ryn/d/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *