CIBUNGBULANG – Sekitar 14 Ke­pala Keluarga (KK) di Kampung Moy­an, RT 07/04, Desa Galuga, Kecama­tan Cibungbulang yang menjadi kor­ban penggeseran tanah belum juga direlokasi. Untuk relokasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih menunggu hasil kajian Tim Geologi Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Camat Cibungbulang, Yudi Nurza­man, mengatakan, rumah warga yang rusak sudah dilaporkan ke BPBD Ka­bupaten. Untuk relokasi belasan KK itu masih menunggu hasil kajian Tim Ahli Geologi Kabupaten Bogor. Nanti­nya tim tersebut yang memastikan tempat yang aman untuk dibangunkan tempat tinggal bagi korban bencana alam. ”Rencananya ke-14 KK yang terkena musibah bencana alam peng­geseran tanah bakal direlokasi di se­kitar Desa Galuga. Untuk anggarannya berasal dari APBD,” terangnya. Se­dangkan lahan yang bakal disiapkan Pemkab Bogor untuk relokasi seluas 1.400 meter. ”Satu KK bakal kebagian lahan seluas 100 meter, termasuk pembangunan rumahnya. Kita ber­harap lahan untuk relokasi korban penggeseran tanah segera ditentukan, sehingga bisa ditempati para korban,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Galuga, Endang Sudjana, menjelas­kan, bencana alam longsor dan peng­geseran tanah terjadi pada 25 April 2019. Longsor yang terjadi di Kampung Sinarharapan, RT 06/04, merusak sepuluh makam. Tak jauh dari kam­pung itu, ada 14 KK di Kampung Moyan RT 07/04 yang harus diung­sikan lantaran tempat tinggal me­reka mengalami pergeseran dan keretakan tanah. ”Kami berharap pemkab segera merelokasi ke-14 KK yang menjadi korban penggeseran tanah,” tukasnya. (ads/b/els/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here