Asyik… Warga Tenjolaya Bisa Online dari Rumah

by -16 views

Desa Tenjolaya menjadi proyek percontohan internet oleh Universitas Trisakti Jakarta. Penandatanganan MoU jaringan internet desa dengan Fakultas Teknologi Universitas Trisakti Jakarta dan PT Bogor.net dilaksanakan di Kampung Kebonlimus, RT 08/04, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kemarin.

KEPALA Desa Tenjolaya Aryo Bangun Adinoto mengatakan, tanda tangan MoU antara Pemerintahan Desa (Pemdes) Tenjolaya, Universitas Trisakti dan Bogor.net itu salah satu terobosan untuk men­gatasi terisolasinya jaringan internet. Tujuan MoU tersebut untuk memulai jaringan internet desa secara mandiri yang bisa meng-cover seluruh layanan internet se-Desa Tenjolaya dan nantinya akan dikembangkan menjadi BUMDes.net.

Sasaran dari program tersebut adalah seluruh masyarakat Desa Tenjolaya. Nantinya internet akan dipasang di setiap pelanggan dengan kapasitas 10 Mbps unlimited. “Biayanya kisaran Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per bulan. Bisa diakses setiap rumah,” ujarnya.

Sebelumnya, pemdes sudah memiliki program internet desa dan dipasang 75-100 Kepala Keluarga (KK). Target pema­sangan internet di Desa Tenjolaya itu adalah 1.500 KK. Rencananya tower ada empat titik, pertama di Kampung Ke­bonlimus, Kampung Cigadog, Kampung Pangkalan dan Kampung Sadamukti. Pembangunan jaringan itu dari mulai memasang tower, jaringan internet dan wirless menggunakan anggaran sebesar Rp135 juta. Anggaran tersebut sharing dari tiga sumber anggaran dari pemedes, dari Universitas Trisakti dan PT Bogor.net. “Kita bagi tiga, jadi masing-masing Rp34 juta,” jelasnya.

Dengan MoU tersebut, masyarakat Desa Tenjolaya bisa mengimbangi tek­nologi 4.0. Dengan teknologi internet tersebut, Aryo berharap tak ada lagi daerah di desanya yang terisolasi, sebab akses informasi dengan mudah dijangkau. “Kami akui bahwa ini salah satu daerah yang terisolasi. Masih banyak juga selain ini makanya kami melakukan terobosan dengan adanya in­formasi dan jaringan internet. Dengan adanya jaringan in­ternet mandiri ini bisa meng-cover seluruh aspek sosial masyarakat, baik itu pendidi­kan, ekonomi, SDM, itu bisa memanfaatkan teknologi in­formasi internet,” ujarnya.­

Sementara itu, Dekan Fakul­tas Teknologi Industri Univer­sitas Trisakti Indra Suryati mengatakan, Universitas Tris­akti siap membantu memajukan masyarakat Desa Tenjolaya. “Kita sudah maju ke industri 4.0. Ini yang harus kita kejar agar masyarakat melek dan tidak terisolasi lagi namun ha­rus digunakan sebaiknya,” ujarnya.

Dengan internet, jelas Indra, bisa membuat sesuatu lebih mudah. Ia mencontohkan, banyak produk pertanian yang selama ini masih dikelola pe­masarannya secara manual, nantinya bisa dilakukan se­cara online melalui internet. Menurut Indra, di internet orang bisa mencari apa saja. Internet sangat penting, teru­tama untuk generasi muda. Namun penggunaan internet terhadap anak-anak harus diawasi. “Kita harus mendorong putra-putri kita melek internet. Tapi harus menjaga diri kita dengan agama, sehingga orang tua selalu memberikan ma­sukan kepada anak-anak kita,” katanya.

Sebagai akademisi, Univer­sitas Trisakti punya kewajiban mengabdikan ilmunya ke­pada masyarakat. “Kewajiban kami pendidikan, penelitian dan pengabdian. Kalau pen­didikan setiap hari belajar, kalau penelitian kita lakukan penelitian di sini. Dan yang paling penting pengabdian kepada masyarakat ini meru­pakan kewajiban kita sehing­ga ilmu yang kita dapat kita aplikasikan kepada masyara­kat,” ujarnya.

Menurut Indra, Tenjolaya merupakan salah satu field projects Universitas Trisakti. Karena itu, jika berhasil pro­gram ini akan dilanjutkan ke daerah lainnya. “Setelah ada MoU tentunya bukan hanya tanda tangan tapi harus ada implementasi sehingga saya menyampaikan harus ada laporan dan laporan ini harus positif, kalau memasang be­rapa tower itu harus jadi. Bu­kan hanya seremonial tapi aplikasi di lapangan harus terwujud,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Bo­gor.net Hani Purnawanti men­gatakan, timnya akan mulai survei untuk menentukan kebutuhan internet di Desa Tenjolaya. “Seperti apa ke­mudian kita tetapkan titik-titik lokasi untuk menjangkau yang terbaik dan optimalnya dimana,” ujarnya.

Dalam hal ini Bogor.net, menger­jakan instalasi sehingga layanan internet sampai ke masyarakat. Tak hanya itu, Bogor net turut serta menjaga bahwa akses in­ternet dimanfaatkan untuk hal positif. “Jadi selain kita juga laks­anakan instalasi dan pendam­pingan untuk bagaimana meng­gunakan internet secara cerdas. Bukan hanya sebagai pelaksana saja namun kami memiliki ke­wajiban untuk mengarahkan hal-hal yang positif, terutama anak-anak,” pungkasnya. (kng/ade/els/run)