Bawaslu Kabulkan Kemenangan Pepen

by -13 views

Kasus dugaan pergeseran suara calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Gerindra di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Bogor terungkap sudah. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor menemukan adanya pelanggaran administrasi pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor sehingga harus merevisi suara caleg di dapil tersebut.

METROPOLITAN – Keputusan  itu diambil usai sidang putusan di kantor Bawaslu Kota Bogor setelah memeriksa pelapor yaitu Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam dan terlapor Ketua KPU Kota Bogor Samsudin. Hasilnya, Bawaslu memutuskan tiga poin yang pertama menyatakan terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi pemilu.

Kedua, memerintahkan KPU Kota Bogor melakukan perbaikan administrasi terhadap tata cara, prosedur atau mekanisme pada tahapan pemilu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketiga, memerintahkan KPU Kota Bogor dan/atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bogor Tengah melakukan perbaikan pada formulir DAI DPRD Kota Bogor sesuai jumlah suara sah, sebagaimana ditetapkan pada form model DAA1 untuk calon anggota DPRD nomor urut 5, 9 dan 10 yang dicalonkan Partai Gerindra.

Komisioner Bawaslu Kota Bogor Divisi Penindakkan Pelanggaran Firman Wijaya mengatakan, laporan terlapor yang keberatan atas hasil rekapitulasi dalam formulir DA1 merupakan produk rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan. Artinya, yang membuat formulir tersebut adalah PPK merujuk pada DAA1. Masalahnya, ada ketidaksesuaian perolehan suara di empat kelurahan yaitu Babakan, Sempur, Tegallega dan Panaragan. “Setelah kami periksa syarat formil dan materiil, pelapor ini memiliki legal standing atau dasar. Sehingga kami panggil untuk melakukan pemeriksaan. Kami juga sebelumnya melakukan penelusuran ke PPK dan KPU dan kami menemukan bukti atau petunjuk ada kekeliruan,” kata Firman usai sidang putusan, kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, ketidaksesuaian itu terjadi karena ada prosedur atau mekanisme yang dilanggar PPK. Berdasarkan fakta di persidangan, hasil rekapitulasi yang benar harusnya mengacu pada DAA1. “Maka DA1 ini harus diperbaiki. Kami meminta KPU atau PPK Bogor Tengah melakukan perbaikan terhadap model DA1 dengan menyesuaikan model DAA1 yang sudah diterbitkan PPK,” tegasnya.

Menurut Firman, keputusan yang dikeluarkan Bawaslu memang berimplikasi pada perubahan hasil suara antarcaleg Partai Gerindra karena terbukti ada pergeseran suara sebelumnya. Ada sekitar 190 suara yang tadinya masuk ke caleg nomor 9 Siti Nurmaulina, kemudian dikembalikan ke caleg nomor 5 Ema Rachmawati dan caleg nomor 10 Bubun Djunaedi. Dengan putusan tersebut, posisi urutan perolehan suara caleg berubah dari yang sebelumnya Siti Nurmaulia di peringkat dua menjadi caleg nomor 7 Pepen Firdaus. “Dengan putusan ini, perolehan suara Pepen Firdaus tetap, tapi perolehan suara beberapa caleg lainnya berubah karena dikembalikan ke asal,” terang Firman.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bogor Samsudin tak memungkiri adanya kelalaian di PPK Bogor Tengah soal perbedaan angka hasil penghitungan suara. Dirinya mengaku akan melakukan pembinaan kepada PPK dengan memberi teguran. Untuk rekomendasi Bawaslu, KPU langsung melakukan pleno perbaikan, tadi malam. Setelah itu, KPU akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk diserahkan ke KPU Jawa Barat. “Atas dasar fakta persidangan, memang benar ada perbedaan angka sehingga harus diperbaiki secara administratif.

Kemudian jika dilihat dari sisi peringkat, memang mengubah peringkat caleg. Tadinya peringkat dua Siti Nurmaulina berubah menjadi Pepen Firdaus,” ujar Samsudin. Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam mengapresiasi putusan Bawalsu Kota Bogor. Putusan tersebut sesuai tuntutan atas buktibukti yang dimiliki pihaknya.

“Ini sesuai harapan kami, sesuai buktibukti yang ada. Pada prinsipnya, kami ingin menjaga persaingan di internal ini berlangsung sehat. Kami ingin semua sesuai aturan,” ungkap Sopian. Usai putusan tersebut, dirinya mengaku akan menginformasikannya ke calegcaleg lain yang terkait. Sebelumnya, Sopian juga sempat mengundang mereka untuk menyelesaikan persoalan tersebut di internal namun hanya sedikit yang merespons. “Saya rasa semua sudah tahu putusan ini, memang masalahnya banyak yang tidak aktif. Yang jelas pasti kami informasikan ke caleg-caleg lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, dugaan pergeseran suara yang tercium caleg DPRD Kota Bogor dari Partai Gerindra, Pepen Firdaus, mulai menemukan titik terang. Lelaki yang maju dari Dapil Bogor Timur-Tengah itu bahkan telah mengantongi buktibukti baru atas dugaan kecurangan tersebut. Menurut Pepen, bukti yang dipegangnya menunjukkan ketidakcocokan data hasil suara antara berita acara DAA1 dengan DA1 hasil Pleno PPK Bogor Tengah. Ada tiga caleg yang suaranya mengalami perubahan jumlah. “Jadi di situ ada dua caleg yang berkurang suaranya. Sementara satu caleg lainnya malah bertambah. Hasil itu berbeda antara pleno di tingkat kelurahan dengan kecamatan,” kata Pepen. (fin/run)