Bawaslu Telusuri Pergeseran Suara Caleg

by -
ILUSTRASI: Petugas saat rekapitulasi penghitungan suara di Kecamatan Cibinong, belum lama ini. Bawaslu menerima laporan dugaan pergeseran suara caleg di pemilu 2019.

METROPOLITAN – Usai pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilu 2019 tingkat Kabupaten Bogor, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor menerima sejumlah laporan terkait dugaan pergeseran suara calon anggota legislatif (caleg). Setidaknya sudah ada tiga laporan dan satu aduan yang masuk dan kini sedang ditangani Bawaslu.

Informasi  yang dihimpun, tiga laporan yang masuk terkait adanya dugaan pergeseran suara salah satu caleg DPRD Kabupaten Bogor di Daerah Pemilihan (Dapil) I. Salah satu caleg yang gagal lolos ke parlemen merasa ada suara partai yang justru masuk ke pesaingnya di wilayah Kecamatan Sukaraja.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor Divisi Penindakkan Pelanggaran Abdul Haris mengatakan, tiga laporan tersebut sudah teregister karena memenuhi syarat formil dan metriil. Bahkan pelapor menyertakan bukti-bukti seperti salinan C1 dan DA1. “Peristiwanya di Sukaraja dan yang dilaporkan sama-sama internal partai soal suara partai yang masuk ke caleg. Tiga laporan ini dengan orang berbeda, sementara peristiwanya hampir sama,” kata Haris.

Karena persyaratan sudah lengkap, Bawaslu berencana memanggil pihakpihak terkait untuk dimintai keterangannya mulai hari ini. Menurut Haris, potensi pergeseran suara ini kemungkinan bakal lebih mudah dideteksi karena ada salinan C1 dan lainnya dan Bawaslu memiliki data pembandingnya. “Karena ada bukti salinan C1 dan DA, mendeteksinya lebih mudah. Karena kami punya data pembanding CI juga. Kami punya waktu 14 hari untuk menyelesaikan kasus ini,” terangnya.

Menurut Haris, jika benar ditemukan adanya pergeseran suara maka bisa mengubah hasil perolehan suara caleg. Bawaslu akan merekomendasikan perubahan ke rekapitulasi yang saat ini sedang berjalan di KPU provinsi sebelum penetapan di KPU RI. Usai rekapitulasi di tingkat kabupaten, Haris mengaku kecurangan pergeseran atau peralihan suara memang menjadi salah satu fokus pengawasan Bawaslu.

Dirinya menilai ada kemungkinan laporan kasus semacam ini akan terus masuk selama tahapan pemilu masih ada. Yang terpenting, laporan tidak boleh melebihi tujuh hari dari peristiwa yang terjadi. “Fokus pengawasan kami saat ini lebih ke penetapan calon karena rentan juga. Seperti kasus-kasus caleg merasa dirugikan karena adanya pergeseran atau peralihan suara dari satu caleg ke caleg lain, dari caleg ke partai atau sebaliknya,” pungkas Haris. (fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *