METROPOLITAN – Bupati Bogor, Ade Yasin, akhirnya meresmikan Pasar Cijeruk. Dalam peresmian ini, pihaknya meminta PD Pasar Tohaga selaku pengelola pasar meningkat­kan pelayanan. ”Pemkab Bogor tidak memprioritaskan untung, tapi lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di pasar tradisional ini,” kata AY, sapaan akrabnya.

Politisi PPP ini meminta PD Pasar Tohaga lebih memprioritaskan peda­gang setempat dibanding pedagang dari luar daerah, di mana lokasi pasar tradisional itu berdiri. Termasuk me­nyeleksi pedagang yang menempati kios. ”Dinas Perdagangan dan Perin­dustrian (Disperdagin) maupun PD Pasar Tohaga harus menyeleksi pe­dagang dari warga sekitar,” ujarnya. AY melanjutkan, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan ke­pada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perda­gangan dan Perindustrian (Disperda­gin), Dace Supriadi, menambahkan bahwa keberadaan pasar tradisional harus menjadi pilihan utama masy­arakat. Meskipun kini pasar tradisio­nal berada di tengah gencarnya pembangunan mal, supermarket, departement store dan toko swalayan.

”Pasar tradisional nggak boleh ku­muh, becek, bau dan semrawut. Dalam pembangunan ini kita punya konsep pasar bersih dan modern,” katanya. Dace melanjutkan, dari 2009 hingga saat ini pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional di Bumi Tegar Beriman sudah mencapai 17 pasar dengan total aset Rp173 mi­liar. ”Pembangunan pasar tradisio­nal ini menggunakan dana APBD maupun APBN. Dengan adanya pasar tradisional ini, jumlah pedagang tradisional di Bumi Tegar Beriman mencapai 5.311 orang,” tandasnya. (de/feb/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here