Cium Kening Ibunda sebelum Meninggal

by -77 views

METROPOLITAN – Tenda biru terpasang di rumah bercat putih di Gang Gurame, RT 04/14, Kelurahan Kebonpedes, Kecamatan Tanahsa­real. Sejumlah orang tengah melayat di rumah Herman Supriadi, korban tertabrak kereta. Isak tangis keluarga pun pecah saat empat orang yang didampingi pi­hak kepolisian datang membawa jenazah korban.

Herman Supriadi siang itu tengah membawa motor Honda Tiger dengan nomor polisi F 6079 BE. Ia menerobos palang pintu kereta yang saat itu ada dua ke­reta yang melintas. Setelah ke­reta pertama usai melintas, menurut sejumlah saksi, Herman memacu motornya. Namun na­has saat melintasi rel, motor dan tubuhnya terhantam kereta. Ia pun terseret sejauh 100 meter.

“Herman Supriadi adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Almarhum tulang punggung keluarga. Kakak saya itu mening­galkan satu orang anak berumur empat tahun. Kinan nama anaknya. Istrinya, Yuli,’’ ujar Tita Puspita (28), adik korban saat ditemui di rumahnya.

Tita mengatakan, sebelum ke­jadian, Herman Supriadi meng­inap di rumah orang tuanya di Gang Gurame, RT 04/14. Almar­hum datang pada pukul 22:00 WIB. Ia menginap lantaran dip­indah ke Lawanggintung. “Dia berangkat dari sini jam delapan pagi. Karena biasanya dia kalau berangkat kerja suka jalan kaki. Karena dipindah, dia bawa mo­tor sekalian jemput temannya,’’ kata Tita.

Menurut Tita, Herman Supri­adi dikenal baik di lingkungan keluarga. Sebelum berangkat, Herman juga selalu mencium kening ibunya. “Kakak saya itu orang baik. Saat mendegar kabar kecelakaan, saya langsung kaget. Dia berangkatnya dari rumah orang tua, karena ia tinggal di Neglasari, Kelurahan Ciparigi,’’ sambung Tita.

Salah seorang saksi, Randi (30), mengatakan bahwa saat keja­dian kondisi di pintu kereta api, volume kendaraan sedang padat merayap dan palang pintu mu­lai turun karena kereta api akan melintas dari dua arah. “Namun korban sebelumnya sudah dip­eringatkan oleh salah seorang warga yang biasa membantu mengatur arus lalu lintas,’’ kata Randi saat ditemui di lokasi.

Randi menambahkan, korban mengabaikan peringatan dan tetap menerobos palang pintu yang belum terbuka. Kereta per­tama yang melintas dari jurusan Jakarta-Bogor, waktu itu korban belum menerobos. Kereta kedua jurusan Bogor-Jakarta, lalu ia menerobos dari arah Jalan Pon­dokrumput-Bubulak mengarah Air Mancur. “Korban seketika tertabrak serta terseret kereta api sepanjang kurang lebih 100 me­ter, dengan mengenaskan,” ujar Randi.

Sementara itu, Humas PT Ke­reta Api Daerah Operasi (Daop) 01 Jakarta, Edy Kuswoyo, men­gatakan bahwa kejadian itu sudah ditangani pihak kecamatan dan kelurahan. Selanjutnya pihak kecamatan berkoordinasi dengan Kapolsek Tanahsareal. “Dari pihak kelurahan langsung men­ghubungi keluarga korban yang merupakan warga Pondokrum­put,’’ tutur Edy Kuswono.

Edy Kuswono mengatakan, saat ini kejadian sudah ditangani Polsek Tanahsareal dan personel registrasi dan identifikasi Pol­resta Bogor Kota untuk penyeli­dikan lebih lanjut. “Pada pukul 09:42 WIB, selanjutnya korban dibawa menggunakan ambulans RS Bhayangkara mengarah ke forensik RSUD Kota Bogor untuk dilakukan visum,” tandas Edy. (mul/c/mam/run)

Loading...