METROPOLITAN – Men­cari informasi tentang po­tensi industri di Kota Bogor merupakan salah satu alasan turunnya Wakil Wali Kota Bo­gor, Dedie A Rachim, ke Jalan Raya Bogor– Dramaga, Nomor 110, Kelurahan Bubulak, Ke­camatan Bogor Barat. Orang nomor dua di Kota Hujan itu ingin mengecek langsung lo­kasi industri peralatan perta­nian tersebut.

“Informasinya, alat produk­si di sini sudah menjamur hampir di seluruh negeri. Apalagi, hasil produksi PT Karya Mitra Usaha ini banyak diminati di pasaran bebas. Mulai dari peralatan barista, pertanian, perikanan hingga lainnya. Ini membuktikan bahwa Bogor memiliki po­tensi kuat di bidang perindu­strian,” ujarnya.

Ia mengaku siap mendorong perkembangan industri terse­but dengan memerhatikan produk yang kompetitif dan memiliki kualitas tinggi. Untuk zonasi, ini menjadi penyebab utama mandeknya industri di Kota Bogor. “Saat terjadi peru­bahan batas wilayah dari ka­bupaten menjadi kota, otoma­tis ini mengubah tata ruang wilayah,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagang­an (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan, membenar­kan apa yang disampaikan wakil wali kota. Ia juga tengah membenahi zonasi agar bisa menentukan batasan wilayah beserta peruntukannya. “Semua sedang kita benahi, baik di bi­dang industri dan perdagang­an, termasuk mapping wilayah untuk zonasi. Mana zona pe­mukiman, perindustrian, pe­rumahan dan lain sebagainya,” katanya.

Tak hanya itu, Ganjar juga tengah merumuskan evaluasi Layanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PBTSE) atau OSS demi me­mudahkan pelaku industri untuk mengantongi izin usaha. “Semua sedang dibenahi agar pengusaha lebih mudah dalam mengantongi izin usaha,” pung­kasnya. (ogi/c/yok/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here