METROPOLITAN – Penataan kawasan Sempur dan Pulo­geulis yang dilakukan Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor, ru­panya tidak diketahui wakil rakyat dari Kota Hujan. Hal ini dikatakan Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Mahpudi Ismail. Ia sama sekali tidak mengeta­hui secara detail mengenai konsep pemkot dalam menga­tasi pemukiman kumuh. “Ka­mi tidak tahu sasarannya siapa, di mana, kenapa, kita juga be­lum tahu pasti seperti apa,” ujarnya.

Menurut dia, Komisi III yang juga bertanggung jawab dalam permasalahan perumahan rakyat, lingkungan hidup hingga persoalan kebersihan juga belum mengetahui detail grand desain penataan Sem­pur dan Pulogeulis. “Terkadang kita tidak banyak dilibatkan di dalamnya, jadi kita tidak tahu persis bagaimana. Saat gagal pasti ujungnya ke kami. Sedangkan dilibatkan juga tidak,” keluhnya.

Meski begitu, ia tak ingin menyalahkan dan memojok­kan siapa pun. Ia akan selalu mendukung semua kebijakan yang dicanangkan pemerintah kota, selama itu berdampak pada kebaikan masyarakat. “Minimal, kita diberitahu perkembangannya agar kami bisa membantu menjalankan program ini. Laporan dan komunikasi soal progres pembangunan saja kami tidak tahu,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, penataan kedua kawasan itu secara garis besar memiliki tiga tujuan besar. Di antaranya meningkatkan kualitas hidup warga, antisipasi bencana hingga menciptakan kawasan wisata yang terintegrasi. “Se­mua ini bukan soal memper­cantik Kota Bogor semata, tapi demi masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.

Pada pelaksanaannya, proy­ek yang meliputi Pulogeulis, Sempur, Lebakpilar hingga kawasan lain yang dilintasi Sungai Ciliwung merupakan program jangka panjang Pe­merintah Kota (Pemkot) Bo­gor dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun mendatang. “Ini merupakan program jangka panjang. Pemkot nanti­nya akan membangun sejum­lah MCK, septic tank, peng­elolaan sampah hingga fasi­litas umum lainnya di kawa­san itu,” bebernya.

Walau merupakan program jangka panjang, Bima menar­getkan lima tahun pertama pembangunan ini harus sudah terlihat perkembangannya. “Pengerjaannya kita bagi ber­tahap. Tahap pertama mema­kan anggaran Rp5,5 miliar dari pusat. Untuk tahap sela­njutnya, kami menargetkan satu juta dolar,” paparnya.(ogi/c/yok/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here