METROPOLITAN – Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi Komisi IV Kabupaten Sukabumi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke pe­rusahaan garmen PT Muara Tung­gal (MT) Cibadak. Kedatangan mereka memastikan agar mitra kerja Komisi IV itu tidak ada ken­dala dalam hal kesejahteraan buruh dan memastikan kesiapan peru­sahaan jelang pembayaran Tun­jangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1440 Hijriah.

Rombongan anggota DPRD Ko­misi IV ini terdiri dari Badri Su­hendi, Asep Haryanto, Yusuf Rid­wan, Sekretaris Dewan (Setwan), juga didampingi pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Suka­bumi, yang salah satunya Kepala Bidang Hubungan Industrial (Ka­bid HI) Muladi.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupa­ten Sukabumi Saepul Bayan mengatakan, kedatangannya bersama rombongan untuk menanyakan kesiapan THR dan kesepakatan sesuai surat edaran bupati Sukabumi tentang jam kerja. “PT Muara Tunggal ini tidak ada ken­dala, baik itu di jam kerja maupun dengan pembayaran THR,” kata Saepul. ­

Menurutnya, pada 29 Mei 2019, perusahaan tersebut akan mengeluarkan THR, se­bagaimana yang tertuang dalam kesepakatan. ”Pihak manajemen MT bisa dibilang peduli,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Gene­ral Manager PT Muara Tung­gal Sudarno menjelaskan, pihaknya merasa senang dengan ada kunker Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi ke perusahaan yang ia pimpin. Sebab, para anggota DPRD akan melihat dan menyaksikan langsung bagaimana situasi dan kondisi suasana kerja, hubungan industrial bipartit antara pengusaha dengan karyawan atau serikat pe­kerja, fasilitas kesejahteraan pekerja dan proses produksi di sektor industri padat karya (garmen).

“Kami mengharapkan hasil kunker dapat dijadikan studi banding perusahaan sejenis lainnya. Sehingga bila ada perusahaan sejenis yang telah dinilai bagus dapat dijadikan contoh untuk perusahaan lain­nya,” harap Sudarno.

Ia menjelaskan, dalam men­jaga hubungan industrial yang kondusif, dinamis dan har­monis dengan karyawan, pi­haknya selalu menjalin komu­nikasi dan koordinasi yang baik dengan perwakilan pe­kerja melalui Serikat Pekerja yang ada di perusahaan. Selain itu, dalam mendukung pe­ningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi seluruh karyawan di perusa­haan, pihaknya membentuk Koperasi Karyawan (Kopkar).

Lewat Kopkar, pekerja dapat memenuhi segala kebutuhan pokok keluarganya seperti penyediaan sembako, pem­berian pinjaman uang, fasili­tas memperoleh kredit ken­daraan bermotor, perumahan KPR subsidi dan peng­embangan wirausaha bagi keluarga karyawan. ”Dengan adanya Kopkar, manajemen perusahaan, serikat pekerja dan seluruh karyawan sepakat untuk melakukan gerakan antirentenir,” katanya. (can/ade/els/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here