Disnakan Buru Penjual Daging Gelonggongan

by -3 views

METROPOLITAN – Meningkatkan pantauan pendistribusian daging ke sejumlah pasar tradisional di Kabu­paten Sukabumi terus dilakukan Dinas Peternakan (Disnakan) Kabupaten Sukabumi. Hal ini untuk mencegah lolosnya daging gelonggongan ke se­jumlah pasar.

Kepala Disnakan Kabupaten Suka­bumi, Iwan Setiawan, mengatakan, pihaknya akan terus berupaya inten­sif mendistribusikan daging di pasa­ran. Langkah tersebut dilakukan agar Lebaran tahun ini tidak ada pereda­ran daging yang tidak sehat. ”Karena disnak tidak mau kecolongan dengan penjualan daging gelonggongan, kita akan tingkatkan upaya peningkatan pemantauan distribusi daging di se­jumlah pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Untuk mencegah hal itu, sambung dia, pembeli dituntut jeli dalam me­milih jenis daging yang akan dikon­sumsi. ”Untuk mencegah beredarnya daging gelonggongan di pasaran, tentu dituntut kejelian dan ekstra hati-hati dalam memilih daging,” ucapnya.

Meskipun sampai saat ini petugas belum menemukan adanya indikasi penjualan daging gelonggongan di pasar tradisional, petugas Tim Kesmavet Disnak intensif mengawasi penjualan daging di pasaran. Seperti Pasar Semi Modern (PSM) Cibadak, Cisaat, Cicurug, Parungkuda, Parungkuda, Panggeleseran Pasar Palabuhanratu dan lainya. ”Kami intensif melakukan lalu lintas penjualan daging di sana, karena tak menutup kemungkinan adanya penjualan daging gelonggongan atau daging box ilegal di pasaran yang tidak terawasi. Tapi sampai saat ini belum ditemukan,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Iwan, pihaknya juga ikut mengawasi penjualan daging ayam mati kamarin alias tiren. Tak menutup kemungkinan momen Ramadan dan Idul Fitri dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menjual daging tiren.

Untuk itu, Iwan mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih daging ayam di pasaran. ”Harus teliti. Kalau lengah bisa terkecoh daging yang tidak higienis,” ujarnya. (dna/ade/rez/py)