Polres Sukabumi mengamankan terduga tersangka penyandang dana aksi 22 Mei di Jakarta. Inisialnya R dan kini masih dalam proses penyidikan.

KAPOLRES Sukabumi AKBP Nas­riadi menegaskan R sudah ditangkap dan saat ini tengah dalam proses pe­meriksaan. “Seseorang kita tangkap dan sudah diamankan yang terindi­kasi sebagai penyandang dana aksi 22 Mei. Warga Sukabumi berinisial R sudah ditetapkan tersangka,” ungkap mantan Kasat Reskrim Jakarta Utara itu di sela aksi penyekatan calon pe­serta aksi 22 Mei di Jakarta, di titik Taman Kota Cibadak, Kabupaten Su­kabumi, kemarin.

Sementara itu, ratusan personel ga­bungan TNI, Polri, Satpol PP dan Di­nas Perhubungan diamankan untuk antisipasi dan pencegahan terhadap masyarakat Kabupaten Sukabumi yang ingin ke Jakarta. Sekitar 600 lebih per­sonel gabungan itu disiagakan dalam apel kesiapsiagaan dalam penyekatan yang akan dilakukan aparat gabungan.

Kapolres Sukabumi AKBP Nasria­di mengatakan, gelar apel yang dila­kukan saat ini, pihak kepolisian akan melakukan penyekatan dan pencegahan warga Sukabumi yang akan pergi ke Jakarta dalam meramaikan aksi 22 Mei 2019. “Kita siapkan 630 personel gabungan untuk melakukan sweeping dan penyekatan terhadap masyarakat yang hendak pergi dan mengikuti acara di Jakarta,” katanya. ­

Dalam razia penyekatan itu, polisi membagi lima titik penye­katan. Di antaranya titik Selatan Sukabumi, titik Timur Suka­bumi, titik bagian Utara dan Tengah Sukabumi. “Nantinya juga seluruh anggota akan kita bagi dalam operasi penyekatan ini,” jelasnya.

Nasriadi melanjutkan, hasil dari penyekatan di titik Taman Kota Karangtengah, Cibadak, aparat gabungan mengaman­kan belasan orang yang di­duga akan berangkat ke Ja­karta untuk ikut dalam aksi 22 Mei. Ketika digeledah, ditemu­kan sejumlah atribut, di anta­ranya bendera bertuliskan 02 Sang Prabu Sukabumi Selatan. Selain itu, aparat memeriksa handphone dari belasan orang yang terjaring operasi penye­katan tersebut dan ditemukan teks ujaran kebencian.

“Kita cegat kendaraan, ke­mudian melakukan penggele­dahan dan didapatkan sorban dan sebagainya. Dan ketika kita ngecek alat komunikasinya, ternyata banyak sekali ujaran-ujaran kebencian terhadap pemerintah,” ungkapnya.

Sejumlah orang yang diaman­kan tersebut mengaku simpa­tisan salah satu pasangan calon presiden. Selain ditemukan ujaran-ujaran kebencian juga ditemukan obrolan yang mem­bicarakan tentang KPU. (can/ade/pos/els/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here