PROGRAM: Perusahaan rintisan Go-Jek berkolaborasi dengan Deputi Bidang Pengembangan SDM dan UKM, Ditjen Binalattas, meluncurkan program wirausaha #GerakanOnlineNusantara.

METROPOLITAN – Perusahaan rintisan Go-Jek berkolaborasi dengan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Direktorat Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan. Nota kesepahaman antara kedua kementerian dengan Go-Jek ini diharapkan mendorong pelaku UMKM supaya bisa naik kelas seiring meningkatnya ekonomi digital.

”Sinergi antara Go-Jek dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Ketenagakerjaan, diharapkan menjadi kunci untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Sebagai pemain di industri teknologi, kami punya solusi dan pengetahuan membantu UMKM naik kelas lewat teknologi.

Sementara pemerintah memiliki jaringan luas para pengusaha UMKM yang bisa dibantu,” beber Chief Public Policy and Government Relations Go-Jek, Shinto Nugroho. Untuk kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Shinto menambahkan, Go-Jek akan memberikan pembinaan dan pelatihan bagi UMKM binaan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Program pelatihan ini merupakan bagian dari program GOJEK WIRAUSAHA #GerakanOnlineNusantara.

“Tujuan besar program GO-JEK WIRAUSAHA #GerakanOnlineNusantara adalah untuk mendukung kemandirian dan ketahanan finansial UMKM melalui program pemberdayaan UMKM serta memastikan pelaku usaha UMKM mendapatkan akses berkelanjutan terhadap pertumbuhan bisnis, layanan keuangan dan pasar lebih luas,” katanya.

Sementara terkait kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, kementerian akan membantu Go-Jek dalam meningkatkan skill mitra yang sudah bergabung, termasuk pemberian sertifikat kompetensi. Melalui kerja sama ini, Go-Jek optimistis pertumbuhan ekonomi digital dan kontribusi ekosistem Go-jek pada perekonomian nusantara semakin signifikan.

Sebelumnya, riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyebutkan kontribusi mitra Go-Jek dari empat layanan sepanjang 2018 mencapai Rp44,2 trilliun. Pada 2019, Go-Jek menetapkan target untuk memberikan pelatihan bagi 35.000 UMKM agar bisa bergabung dengan ekosistem ekonomi digital. Sejauh ini, Go-Jek telah memberikan pelatihan bagi lebih dari 8.000 UMKM di 14 kota bekerja sama dengan 24 lembaga pemerintah dan komunitas. (med/feb/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here