Gurandil Pongkor Tertimbun Longsor

by -29 views

Nasib nahas dialami sejumlah Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang tertimbun longsor di Gunung Pongkor, usai hujan deras mengguyur Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, kemarin. Setidaknya ada delapan penambang yang tertimpa longsor dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya tewas karena sedang berada dalam lubang galian, sedangkan enam lainnya selamat.

CURAH hujan yang tinggi dan lokasi yang terjal menyulitkan tim gabungan dari Polsek Nang­gung, PT Antam, Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, TNI dan para relawan yang melakukan eva­kuasi. Kapolsek Nanggung AKP Asep Saefudin mengatakan, longsor terjadi pada Minggu (12/5) sekitar pukul 22:00 WIB. Namun karena cuaca tidak memungkin­kan, evakuasi akhirnya dilakukan keesokan harinya.

Tim gabungan dari Polsek Nang­gung, PT Antam dan BPBD Ka­bupaten Bogor langsung mela­kukan evakuasi dan berhasil menyelamatkan DD (25), DK (18), ND (45), IW (40), P (35) dan PL (25). Sedangkan dua penambang atas nama Yudi (30) dan Habib Brebes (49) tewas karena berada di lubang galian saat longsor.

Asep menjelaskan, timnya tidak melakukan evakuasi secara langs­ung lantaran kondisi lokasi yang cukup terjal dikhawatirkan kem­bali terjadi longsor. “Kita antisi­pasi hal-hal yang tidak memun­gkinkan, makanya kita lakukan evakuasi keesokan harinya,” kata Asep.

Sementara itu, Komandan Koramil (Danramil) Kecamatan Nanggung Kapten Inf Armed Khudhori menjelaskan, warga tersebut memasuki kawasan terlarang di Gunung Pongkor dan terjadi bencana tanah long­sor. “Lokasi itu sudah ditutup beberapa tahun lalu. Tapi para korban menerobos ke lokasi dan terjadi bencana yang mengaki­batkan korban jiwa. Untuk in­formasi lebih jelasnya bisa dita­nyakan langsung ke kapolsek Nanggung,” paparnya.

Begitu juga dengan Kepala Bi­dang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Su­mardi. Ia mengaku pihaknya menerjunkan personel ke Tem­pat Kejadian Perkara (TKP) un­tuk mengecek langsung ben­cana yang menelan korban jiwa itu, kemarin malam.

“Masih kami cek. Tapi infor­masi yang masuk terdapat tiga orang meninggal dunia. Mereka penambang ilegal. Tapi masih belum diketahui kebenarannya. Masih tahap pengecekan pas­caevakuasi para korban,” ung­kapnya kepada Metropolitan.

Terpisah, Camat Nanggung Mulyadi mengatakan, selain ke­jadian di Desa Bantarkaret yang mengakibatkan korban jiwa, pada Senin (13/5) pergerakan tanah terjadi di Desa Cisarua. Tercatat lima wilayah kampung mengalami retakan dan pergese­ran tanah. Di antaranya Kampung Cihiris, Kampung Babakan, Kam­pung Cimaja, Kampung Baru, Kampung Gununggantung, Kam­pung Parigi, Kampung Jangkar­wetan dan Kampung Hegarsari. “Kejadian ini berdampak pada 32 Kepala Keluarga (KK) di Desa Cisarua. Kejadian ini sudah kami laporkan juga ke Pemerintah Ka­bupaten (Pemkab) Bogor,” katanya.

Gunung Pongkor sendiri me­mang menjadi primadona bagi warga sekitar karena menjadi mata pencaharian. Tak sedikit warga sekitar yang menghasilkan pundi-pundi rupiah dari gunung tersebut. (yos/b/mam/run)