Harga Bawang Putih Meroket, Warga Menjerit

by -2 views

METROPOLITAN – Warga Kota Sukabumi mengeluhkan harga ba­wang putih yang terus meroket. Se­bab, saat ini harga bawang putih mencapai Rp50.000 hingga Rp58.000 per kilogram. Harga itu naik hampir tiga kali lipat jika dibandingkan harga normal yang hanya Rp22.000 per kilogramnya.

Seorang pembeli, Embeb (47), mengaku kesulitan dengan mahalnya harga bawang putih itu. Sebab, pe­rempuan yang akrab disapa Mbeb itu membeli bawang putih untuk dijual kembali di warung di kampung halamannya, Ciaul Ciberem, Kota Sukabumi.

”Iya harga bawang putih itu mahal, saya kesulitan. Soalnya saya beli di pasar buat dijual lagi di warung. Kalau di kampung kan nggak tengah mau tahu mahal atau murah maunya banyak saja. Soalnya dulu sebelum naik kalau beli Rp1.500 mereka dapatnya seons,” jelasnya. ­

Untuk menyiasati kerugian, ia membeli bawang putih da­lam bentuk rencengan yang dijual Rp500 per siung. ”Da­ripada rugi, saya beli ren­cengan. Jadi nggak nanggung risiko plastik renceng sama kelebihan kalau ngilo,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang di Pasar Pelita Kota Sukabumi, Ani Sumarni (45), menyebut­kan, tingginya harga bawang putih karena persediaan ba­wang putih terus menipis. Jika biasanya ia membeli dua hingga tiga karung bawah pu­tih dalam per hari, kini hanya mampu membeli satu karung. ”Iya stok kurang, sebenarnya kalau barang melimpah har­ga pasti normal. Ya kalau ba­rang nggak ada daya jual juga melemah,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Jika biasa ia menjual bawang putih dalam jumlah karungan, kini hanya menjual 10 hingga 15 kilo.

”Ya, kami jual dalam bentuk rencengan juga dan pembeli banyak beli yang renceng, meskipun untung nggak se­berapa. Tapi masih Alhamdu­lillah mahal juga barang ma­sih ada, meskipun angka penjualan turun,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Diskoperin­dag Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, mengklaim harga bawang putih di Kota Suka­bumi masih dalam kategori aman. Sebab, harga bawang putih tidak terlalu naik signi­fikan. Di catatannya masih di angka Rp48.000 per kilogram dan stok cukup. ”Di Kota Su­kabumi nggak naik signifikan, stok cukup,” katanya. (dna/ade/rez/py)

16