Istri Selingkuh saat Aku Merantau (1)

by -19 views

Dengan penuh keraguan terhadap istriku, aku berangkat lagi ke tempat kerjaku untuk mencari harapan karna aku punya keyakinan aku akan berhasi dan sukses akan kudapat. Selama kutinggalkan kurasakan perobahan yang lebih baik pada istriku.

AKU pun percaya sama dia, setelah 4 bulan aku pergi dengan membawa hasil yang lumayan dan kami pun memutus kan untuk membeli rumah tapi mesti inden memesan rumah yang belum jadi.

Tapi selama kepulanganku itu,, masih kutemukan kejanggalan dalam sikap istriku terhadap aku, tapi aku tak bisa berbuat ba­nyak karna aku gak punya bukti apapun. Dengan berat hati aku melangkah lagi pergi kerja karna aku merasa belum bisa menda­patkan apa yang aku inginkan dan kami cita-cita kan. Hasil kerja kukirimkan semua ke istriku untuk membangun rumah yang kami ingin kan. Dan sampai rumah itu jadi beserta isinya udah dibeli,, aku pun pulang untuk tinggal di rumah baru bersama istri dan anak-anakku. Tapi sesampainya di sana,, kecurigaan bahwa istriku selingkuh terbukti.

Malam pertama aku tidur sama istriku di rumah mertuaku dan bangun tidur aku dapati sms dari seseorang yang nomor hp nya tak dikenal. “Percuma kau meniduri orang yang sama sekali tidak meny­ayangimu, nanti jika kau pergi istrimu mencari laki-laki lain!!! Haram hukum nya meniduri perempuan dengan keterpaksaan”

Aku pun menunjukkan sms itu pada istriku dan dia membacanya, dia bilang, “Ah itu mah paling cuman orang yang tak suka dan ingin menghan­curkan rumah tangga kita” Dengan penuh kera­guan aku coba untuk mempercayai omongan istriku. Setelah satu minggu aku pulang kami pun memindahi rumah baru kami bersama-sama, kami merasa senang karna apa yang kami ingin kan telah kami dapatkan,,, tapi sms dari orang itu selalu ada, tapi aku tak begitu memperdulikannya sebab aku sibuk mengemasi rumah baru kami.

Setelah dua hari kami tinggal di rumah baru kami, aku di telpon oleh lelaki itu, dengan alasan dia ingin minta maaf padaku karna dia telah meniduri istriku, pembicaraan kami di telpon berhasil kurekam untuk bukti jikalau suatu saat diperlukan.

Rasanya sungguh sakit tapi aku tetap berusaha berpikir jernih. Aku tak bisa menerima kenyataan bahwa istri se­lingkuh saat aku sedang mencari uang di negeri orang.

Setelah selesai nelpon aku langsung nelpon istriku yang sedang belanja untuk persiapan lebaran dan menyuruh­nya untuk cepat-cepat pulang. Sesampainya istriku di rumah tak banyak basa-basi lagi aku langsung menany­akan tentang pria itu tapi dia menyangkal dan tak mau mengakui perbuatannya itu sampai aku tunjukan dan kuputarkan rekaman pembicaraan kami di telpon tadi baru dia mengakuinya dan istriku bersujud di kakiku,, aku hanya bisa menagis menahan rasa mendengar peng­akuan istriku. (bersambung)