Jokowi cuma Menang di 6 Wilayah

by -11 views

METROPOLITAN – Rekapitulasi pen­ghitungan suara pemilihan presiden (pilpres) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) yang berlangsung sejak Rabu (8/5) akhirnya rampung pada Senin (13/5). Hasilnya, dari 27 kota/kabupaten yang disahkan, pasangan Prabowo-Sandi meraih ke­menangan di Jabar.

Pasangan nomor urut dua tersebut berhasil mengungguli psaingnya di 21 kabupaten/kota di Jabar. Jumlah suara 02 mencapai 16,077,446 suara, semen­tara pasangan Jokowi-Amin harus puas dengan 10,750,568 suara.

Dari jumlah tersebut, Jokowi-Amin hanya unggul di enam kabupaten/kota yaitu Kabupaten Cirebon dengan 10.878 suara atau 52,75 persen, Kota Cirebon dengan 823.900 suara atau 64,70 persen, Kota Banjar 63.295 suara atau 53,18 persen, Kabupaten Pangan­daran 164.073 suara atau 62,86 persen, Kabupaten Indramayu 707.324 suara atau 71,47 persen dan Kabupaten Sub­ang 537.114 suara atau 57,75 persen.

“Recananya kalau hari ini (kemarin, red) semua selesai dokumen dan ad­ministrasinya, akan kami sampaikan ke KPU RI untuk dimintai jadwal me­nyampaikan di tingkat nasional,” kata Ketua KPU Jabar Rifki Ali Mubarok.

Sebelumnya, proses rekapitulasi pen­ghitungan suara di tingkat Provinsi Jabar yang sebelumnya dijadwalkan selesai Minggu (12/5), nyatanya masih berlangsung hingga kemarin. Kondisi ini menyebabkan kemungkinan per­panjangan waktu rekapitulasi dari yang semestinya.

Ketua KPU Jabar Rifki Ali Mubarok mengatakan, perpanjangan waktu di­bolehkan oleh aturan. Berdasarkan surat edaran KPU RI, perpanjangan waktu untuk rekapitulasi bisa dilakukan sampai 15 Mei. “Ada tiga hari tambahan untuk menyelesaikan proses rekap di tingkat provinsi,” kata Rifki.

Terkait progres rekapitulasi suara, dirinya mengaku KPU Jabar baru akan menetapkan rekapitulasi dari Kabupa­ten Bekasi dan Kota Cirebon pada Se­nin (13/5). Sejauh ini, KPU Jabar sudah menetapkan rekapitulasi 25 kota/ka­bupaten untuk perolehan suara dan tersisa dua kota/kabupaten. “Kabupa­ten Bekasi penyampaian hasilnya sudah diselesaikan malam tadi dan Kota Ci­rebon untuk penyandingan data saja. Akan kita tetapkan,” terangnya.

Menurutnya, perpanjangan waktu dilakukan karena ada keberatan saksi dalam rekapitulasi suara di Bekasi. Salah satu saksi mengungkapkan ada indikasi perubahan jumlah suara se­hingga saksi menuntut penghitungan suara ulang dan rekapitulasi ulang di dua desa. “Jadi di Bekasi itu ada kebe­ratan dari saksi partai terkait hasil pe­rolehan. Total semua ada 400 TPS, berarti harus buka 400 kotak itu,” ung­kap Rifki. (rmol/fin/run)

Loading...