Jokowi-Prabowo Minta Semua Pihak Tahan Diri

by -3 views

METROPOLITAN – Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal aksi unjuk rasa yang berujung ricuh sejak kemarin malam. Dalam jumpa pers, Jokowi mengaku membuka ruang kepada siapa pun yang ingin bekerja sama membangun negara. Sebaliknya, ia menegaskan pemerintahannya tidak akan memberi ruang kepada siapa pun yang akan mengganggu keamanan nasional. Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Rabu (22/5).

”Saya tidak memberikan toleransi kepada siapa pun juga yang akan mengganggu keamanan, mengganggu proses demokrasi, mengganggu persatuan negara yang amat kita cintai ini,” kata Jokowi. ”Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita. Tidak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” sambung Jokowi.

Dalam jumpa pers tersebut, Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian dan sejumlah menteri lainnya. Jumpa pers tersebut menyikapi aksi unjuk rasa yang berakhir kerusuhan pada Selasa (21/5) dini hari hingga Rabu pagi di beberapa lokasi di Jakarta. Pemerintah menduga aksi kerusuhan tersebut sudah direncanakan. Hal itu terlihat dari kronologi kejadian.

Sementara itu, calon presiden 02 Prabowo Subianto meminta semua pihak, mulai dari TNI, Polri, sampai massa, untuk menahan diri terkait aksi 22 Mei agar menghindari terjadinya kekerasan yang menimbulkan kerusuhan. Prabowo juga mengimbau kepada seluruh pendukungnya untuk tidak melakukan kekerasan fisik. ”Saya imbau kepada seluruh pihak, masyarakat yang sampaikan aspirasinya, pihak kepolisian, pihak TNI dan semua pihak, untuk menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik,” kata Prabowo yang didampingi cawapresnya, Sandiaga Uno, bersama sejumlah elite parpol Koalisi Adil dan Makmur.

Prabowo juga meminta semua pihak, termasuk pejabat publik, politikus hingga tokoh agama, untuk tidak melakukan provokasi, baik secara verbal maupun tindakan agar tidak timbul kekerasan lanjutan. ”Hindari kekerasan verbal, pun yang dapat memprovokasi, apalagi di Bulan Ramadan yang suci ini,” kata Prabowo. Prabowo juga meminta peristiwa kerusuhan yang terjadi di sekitar Bawaslu sejak Selasa malam hingga Rabu (21-22/5) dini hari tidak boleh terulang lagi. Sebab, kejadian seperti itu dapat merusak kesatuan bangsa dan Tanah Air.

”Jangan boleh terjadi lagi. Bila terjadi lagi maka kami sangat khawatir rajutan dan anyaman kebangsaan bisa rusak dan sulit kita rangkai kembali,” ujarnya. Prabowo meminta kepada semua pihak agar jangan sekali-sekali menyakiti hati rakyat, apalagi memukul dan menembak rakyatnya sendiri. ”Mari kita jaga rakyat. Saya juga tegaskan ke semua yang masih mau mendengar saya, hindari kekerasan fisik,” tandas Prabowo. (kmp/mam/run)