KAMMI Kibarkan Bendera Kuning

by -8 views

METROPOLITAN – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAM­MI) Kota Sukabumi melaksanakan aksi solidaritas di depan gedung Ko­misi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, kemarin. Aksi itu imbas dari banyaknya warga yang tewas usai melaksanakan tugas. “Hari ini kami gelar aksi solidaritas dan pemasangan bendera kuning akibat banyaknya petugas yang menjadi korban dan berguguran akibat pemilu 2019,” ujar Ketua Umum KAMMI Sukabumi Oksa Bachtiar Camsah.

Menurut data dari KPU Kota Suka­bumi, ada tiga orang yang meninggal dunia, baik dari Pamsung pemilu maupun dari KPPS. Sehingga secara personal maupun organisasi, KAMMI mengapresiasi kinerja KPU Kota Su­kabumi yang telah menyikapi perma­salahan meninggalnya petugas penyel­enggara pemilu di Sukabumi.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Sukabumi Sri Utami mem­benarkan puluhan petugas penyelenggara pemilu mende­rita sakit dan tiga penyeleng­gara pemilu Kota Sukabumi meninggal dunia. Menurutnya, untuk yang meninggal dunia anggota Pamsung satu orang, PPS satu orang dan KPPS satu orang. “Kalau yang sakit 28 orang, sementara yang sakit dan dirawat di rumah tidak dirujuk ke rumah sakit jumlahnya keseluruhan 35 orang,” ungkapnya.

Namun untuk Sukabumi, menurutnya, tidak ada yang menerima santunan. Sebab berdasarkan aturan gubernur Jawa Barat, korban meninggal dunia yang menerima santuna Rp50 juta dengan syarat korban meninggal pada kurun waktu H-7 dan H+4 pencoblosan. Namun nantinya keluarga kor­ban akan mendapatkan uang duka dari pemerintah daerah. Selain itu, pemerintah daerah juga berjanji akan menanggung biaya pendidikan kepada tiga anak korban yang meninggal dunia. Dari KPU-RI juga sudah ada SK, nanti ada tanggungan uang dukacita untuk yang me­ninggal dan sakit. “Kita sudah berproses, tinggal menunggu,” tutupnya. (dna/ade/els/run)