KAVLING ANDALUSIA BERPOTENSI JADI SENGKETA

by -30 views

TANJUNGSARI – Kavling Andalusia di wilayah timur Kabupaten Bogor ditengarai masih menyisakan soal kepemilikan lahan tanah. Padahal, pemasaran kavling terus dilakukan untuk menarik konsumen. Pjs Ke­pala Desa Antajaya, Tatang Rahmat, mengakui lahan yang akan dijual ke­pada konsumen dalam bentuk kavling belum seluruhnya dikuasai pengu­saha. Kondisi itu berpotensi menim­bulkan sengketa lahan antara pemilik, pengembang dan konsumen. “Betul, lahan yang akan dijual belum seluruh­nya dikuasai pengusaha,” tuturnya.

Selain Kavling Andalusia, sambung dia, kavling di Bukit Swiss juga belum menguasai seluruh lahan yang dipa­sarkan. “Termasuk Bukit Swiss belum menguasai lahan secara keseluruhan,” beber Kasi Trantib Kecamatan Tan­jungsari ini.

Melihat kondisi itu, Tatang mengim­bau pengusaha dan pengembang perumahan mengedepankan pem­bebasan lahan sebelum diperjualbe­likan. Jika ini dibiarkan, ia khawatir bakal timbul konflik sengketa tanah. “Dalam waktu dekat, pengusaha akan kami undang untuk membahas ini,” katanya.

Terpisah, pengusaha Kavling Anda­lusia, Gunawan, berencana membe­baskan lahan seluas 15 hektare pada tahap awal. Sampai saat ini pembe­basan lahan tersebut baru sebagian bisa dilakukan. “Secara bertahap pembebasan akan selesai pada wak­tunya. Lebih jelasnya, tanya sama bagian lapangan Pak Ajis atau pe­merintah desa,” kata Gunawan ke­pada wartawan usai sosialisasi di Balai Desa Antajaya. (gi/els/py)