LAHAN TOL CIMANGGIS-CIBITUNG DIURUG LIMBAH

by -8 views

CILEUNGSI – Pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang saat ini sedang digarap PT Waskita Toll Road diduga membawa dampak buruk bagi lingkungan. Sebab, se­bagian bahan material yang diguna­kan untuk mengurug proyek itu adalah limbah.

Saat ini jutaan kubik limbah yang bersumber dari tempat pembuangan sampah ilegal sudah digunakan pe­rusahaan pelat merah itu untuk mengurug jalan tol di Desa Li­musnunggal, Kecamatan Cileungsi. Pantauan di lapangan, sampah ter­sebut sengaja dijadikan bahan uru­gan untuk mengurangi cost sebab jauh lebih murah jika dibandingkan tanah merah.

Akibat ulah kontraktor nakal itu sudah dipastikan bahwa air tanah akan tercemar, sehingga berpoten­si membunuh makhluk hidup di kemudian hari dan tidak menutup kemungkinan manusia akan me­nanggung akibatnya.

Pemerhati Kebijakan dan Layanan Publik (PKLP), Maraja Manalu, me­nyoroti masalah ini. Dia mengaku geram sebab kontraktor itu tergolong nekat. Kualitas air di Cileungsi nanti­nya akan semakin buruk karena banyaknya sampah plastik yang mengandung bahan kimia, seperti styrene trimer, bisphenol A dan lain sebagainya dikubur, di mana akhir­nya akan meracuni air yang biasanya dijadikan warga sebagai air minum atau mandi dalam kehidupan seha­ri-hari,” katanya.

Maraja mengaku pernah menegur pihak Waskita agar sampah yang dikuburnya itu dibongkar dan dip­indahkan ke tempat penampungan sampah milik pemerintah. Menurut dia, teguran yang disampaikan itu diabaikan karena penggunaan sam­pah sebagai bahan material urugan terus berlanjut. ”Ada indikasi ko­rupsi dalam proyek pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung. Sebab, penggunaan sampah sebagai bahan material urugan pasti tidak sesuai spek sehingga kehadiran aparat pe­negak hukum diperlukan,” pintanya.(gi/c/els/py)