Liburan Macet ala Puncak

by -29 views

Memasuki pekan kedua Ramadan 1440 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor punya Pekerjaan Rumah (PR) besar yang harus dikerja­kan demi menjamin kenyamanan masyarakat Bumi Tegar Beriman hingga Hari Raya Idul Fitri. Di antaranya soal ketersediaan pangan, kondisi infrastruktur dan arus lalu lintas jelang Lebaran.

BUPATI Bogor, Ade Yasin, bertekad memberikan rasa aman dan nyaman bagi 5,8 juta jiwa warganya, mulai dari Ramadan hingga Lebaran. Ia akan ber­gerak mengawasi dan menge­cek harga dan ketersediaan pangan di berbagai pasar. Ter­masuk bazar murah yang dila­kukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin). ”Begitu juga dengan operasi pasar, mungkin pertengahan Ramadan jelang Lebaran. Kami ingin memastikan anti­sipasi dari kami,” katanya ke­pada awak media.

Tak hanya itu, sambung dia, pengecekan lalu lintas jelang arus mudik akan segera dila­kukan. Sebab, Lebaran nanti okupansi wisatawan ke tempat wisata akan meningkat.

Apalagi, Bogor terutama Pun­cak merupakan salah satu tu­juan wisata favorit wisatawan. Sedangkan saat ini di Puncak tengah memulai kembali pe­lebaran jalan tahap kedua yang sudah dikerjakan sejak awal tahun. Pembangunan diharap­kan rampung, sebelum arus mudik Idul Fitri 1440 H.

”Menurut informasi, proyek pelebaran jalur Puncak yang dikerjakan rekanan Kemen­terian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen­PUPera) itu ditargetkan beres sebelum arus mudik dan ba­lik tahun ini,” terang Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bogor, AKP Fadli Amry.

Untuk jalur Puncak, sambung Fadli, pelebaran jalan tak hanya menyentuh Kabupaten Bogor, tapi juga jalur Puncak wilayah Cipanas Kabupaten Cianjur. Ia memperkirakan kemacetan di masa Lebaran di Puncak bisa berkurang saat pelebaran jalan selesai. ”Kalau selesai kema­cetan bisa sedikit teratasi,” ujarnya.

Saat ini, tambah dia, lebar jalan di jalur Puncak kurang lebih 10 meter. Dengan pele­baran, nantinya lebar jalan menjadi 14 meter. Pelebaran jalan dari Ciawi-Gadog menu­ju Cisarua yang dikerjakan pemerintah pusat itu dibangun di atas lahan yang digunakan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalur tersebut. (ryn/c/yok/py)

Loading...