Mahasiswa Usul Dibangun Pusat Pendidikan di Ibu Kota Bogor

by -7 views
AKTIF: Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas turut berpartisipasi menyampaikan pendapat terkait sistem pendidikan bila wacana pemindahan ibu kota jadi dilakukan.

METROPOLITAN – Pemindahan ibu kota baru menjadi wacana yang mengundang diskusi. Mahasiswa pun memberikan masukan bahwa ibu kota baru harus dibangun pusat pendidikan yang menunjang pembangunan setempat. Mahasiswa President University Jurusan Manajemen, Natalia Tamara Hamdali, berpendapat pada konteks keindonesiaan, pemindahan ibu kota ke luar Jakarta di Pulau Jawa merupakan langkah untuk menepis anggapan adanya kecenderungan Jawa sentris dalam pembangunan Indonesia.

Pada tataran tertentu, ini menimbulkan dampak politis yang sangat kuat, yakni adanya suatu wajah baru Indonesia yang selama ini kerap disebut sebagai terlalu bertumpu pada berbagai proses di Pulau Jawa. “Pendidikan menjadi sangat penting untuk mengawal transformasi itu. Oleh sebab itu, di daerah baru tersebut perlu dikembangkan pusat pendidikan yang bisa menunjang kebutuhan pembangunan setempat dengan mengakomodasi SDM lokal, seperti sekolah kejuruan, politeknik dan universitas. Sehingga diharapkan terjadi sinergi erat antara pemerintah, kalangan usaha dan dunia pendidikan dalam mengembangkan SDM lokal,” bebernya, kemarin.

Sementara mahasiswa President University, Militia Christia Pandelaki, mengatakan, perubahan fungsi suatu wilayah menjadi ibu kota membawa konsekuensi tertentu pada lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai bagian dari rencana pemindahan ibu kota, pemerintah perlu memikirkan solusi bagi penghidupan atau livelihood masyarakat lokal sebagai akibat dari perubahan fisik dan fungsi wilayah tempat mereka tinggal.

“Seperti kita pahami bersama, pembangunan memerlukan kesiapan penduduk di sekitarnya agar ikut merasakan manfaat pembangunan yang terjadi di daerahnya. Dalam hal ini, perlu dipikirkan suatu proses transformasi sosial, sehingga tidak mengganggu tatanan sosial masyarakat yang sudah ada sekaligus mencari alternatif penghidupan dengan memperhatikan pendidikan dan keahlian mereka,” kata Militia. (sin/feb/py)