Pemkot Bogor Galau Pilih Monorel atau Trem

by -40 views
ILUSTRASI: Sejumlah pekerja sedang membangun rel LRT yang rencananya akan berujung di Kota Bogor.

METROPOLITAN – Wacana pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Kota Bogor tentu menjadi pekerjaan tambahan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Pasalnya, Pemkot Bogor mesti memikirkan kembali cara untuk mengangkut penumpang LRT serta mendistribusikannya ke sejumlah wilayah yang hendak dituju. “Kita tidak bisa membiarkan penumpang telantar begitu saja di terminal LRT. Tentu harus kita pikirkan, jangan sampai timbul titik kemacetan baru pasca-masuknya LRT ke Kota Bogor,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.

Dedie mengaku pihaknya sudah memikirkan konsep moda transportasi tersebut sampai pendistribusian penumpang LRT ke sejumlah wilayah yang ada di Kota Bogor. Bahkan, pemkot juga sempat membahas permasalahan tersebut dengan salah satu perusahaan asal Prancis yang memang ahli dalam pengelolaan moda transportasi umum. “Kita juga sudah sedikit membahas permasalahan ini dengan perusahaan konstruksi rel asal Prancis yang menangani perkeretaapian di Prancis. Kebetulan mereka adalah pelaksana untuk proyek LRT Jakarta dan Jabodetabek,” bebernya.

Tak hanya itu, pemkot juga sempat berdiskusi dengan Kolas, terkait hibah Trem (kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota, red) dari Pemerintah Belanda kepada Kota Bogor. Dedie juga sempat mengkaji sejumlah konsekuensi, antara penggunaan trem dengan monorel yang digadang bakal menjadi dua opsi, moda transportasi untuk mengangkut penumpang LRT nanti. “Kami sempat berdiskusi dengan kepala Bappeda dan Dinas Perhubungan tentang rencana dan studi apa saja yang mesti dilakukan untuk mempersiapkan secara keseluruhan tentang konsep masuknya LRT ke Kota Bogor,” bebernya.

Kendati sudah mendapatkan dua opsi moda transportasi pengangkut penumpang LRT, Dedie mengaku bakal melakukan kajian secara mendalam terlebih dahulu mengenai solusi tersebut. Baik secara teknis maupun secara penganggaran penerapan keduanya. “Intinya kita akan mengkaji keduanya, mana yang lebih baik dan mana yang lebih murah serta menguntungkan bagi Kota Bogor,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Erna Hernawati menjelaskan, Pemkot Bogor tengah memikirkan moda transportasi terbaik yang nantinya bakal melintasi sejumlah titik di pusat kota. Dirinya juga membenarkan bahwa pemkot bakal menggunakan dua opsi antara monorel dengan trem, yang bakal menjadi solusi untuk menyambungkan stasiun LRT di Kota Bogor dengan titik lainnya.

“Intinya kita akan pertimbangkan semuanya. Kebetulan Pemerintah Belanda juga sudah siap menghibahkan 24 trem untuk Kota Bogor. Intinya kita akan membahas semuanya lebih dalam dulu untuk melihat kira-kira moda transportasi seperti apa yang terbaik untuk Kota Bogor,” tutupnya. (ogi/c/mam/run)