METROPOLITAN – Polda Metro Jaya menangkap 257 tersangka yang diduga provokator dalam kerusuhan di tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jakarta. Yakni di gedung Bawaslu, wilayah Petamburan dan Gambir. “Berkaitan dengan kegiatan unjuk rasa tanggal 21 dan 22 Mei, kami menangkap 257 tersangka dari ketiga TKP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, akarta Selatan, kemarin.

Secara rinci, Argo mengaku pihaknya mengamankan 72 tersangka terduga provokator yang melakukan unjuk rasa hingga terjadi kerusuhan di depan gedung Bawaslu RI. Untuk kerusuhan di wilayah Petamburan, polisi mengamankan 156 tersangka. Sementara untuk kerusuhan di wilayah Gambir, polisi menangkap 29 tersangka. “Jumlah (orang yang ditangkap, red) masih bisa bertambah,” ucapnya. “Untuk barang bukti yang diamankan di antaranya bom molotov, senjata tajam berupa parang dan belati, uang tunai Rp5 juta, batu dan telepon genggam,” ujarnya.

Di sisi lain, aparat kepolisian terus mendalami aktor di balik aksi demo di Jakarta yang berujung ricuh. Apalagi dari aksi itu ditemukan satu unit ambulans yang di dalamnya berisi batu dan beberapa peralatan lainnya. Selain itu, dalam amplop yang diduga milik parpol tertentu itu juga ditemukan sejumlah uang.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, dari dalam ambulans itu polisi menemukan alat-alat benda tumpul yang diduga akan digunakan massa aksi 22 Mei. “Ada bukti-bukti yang kami temukan. Ada satu ambulans, saya tidak akan sebutkan ambulansnya, ada partainya. Di dalamnya penuh dengan batu-batu dan alat-alat. Sudah kami amankan,” katanya saat konferensi pers di kantor Menko Polhukam.

Ia juga menyampaikan, dari hasil penggeledahan terduga provokator yang diamankan kepolisian ditemukan berbagai amplop. Menurut mantan Wakapolda Jawa Timur tersebut, amplop-amplop itu berisi uang. “Uangnya masih ada. Sedang kami sita dan saat ini Polda Metro Jaya sedang mendalami hal tersebut,” terangnya.

Polri menduga peristiwa yang menyebabkan wilayah DKI Jakarta hingga terjadi keonaran itu sudah terencana. Sebab dari 69 orang yang sudah diamankan, mereka datang dari luar wilayah Jakarta. Iqbal menyebut segerombolan massa aksi datang dari wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena itu, Polri hingga kini masih mendalami terjadinya kerusuhan massa tersebut. “Dari massa yang aksi damai bahwa peristiwa yang tadi malam bukan peristiwa spontan tapi by design, setting-an,” tegas Iqbal.

Kepolisian mengamankan setidaknya 69 terduga provokator pada peristiwa kericuhan antara massa dengan petugas keamanan semalam. Kericuhan terjadi di sekitar kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat. “Massa yang tadi (di Bawaslu, red) sudah terurai pukul 03:00 WIB oleh petugas. Dari insiden itu, Polda Metro Jaya mengamankan 58 orang yang diduga provokator dan saat ini sedang kita dalami,” imbuhnya. (jpnn/kmp/rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here