SAMPAH KALI BARU NUMPUK LAGI

by -2 views

BOJONGGEDE – Pemandangan tak mengenakkan terlihat di Kali Baru kawasan Simpang Bambu Kuning, Kecamatan Bojonggede. Tumpukan sampah kembali menggunung di kali tersebut. Padahal sebelumnya, tumpukan sampah itu sudah diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, akhir April lalu. Namun kali ini sampah tersebut kem­bali terdapat di kawasan tersebut.

”Kalau dibilang risih ya risih. Sampah ini tidak enak dilihat dan kadang memunculkan aroma yang tidak enak,” ujar salah satu warga Desa Bo­jonggede, Itoh (30). Ia pun berharap petugas dapat kembali membersihkan tumpukan sampah yang melimpah, selain itu ia juga meminta agar ma­syarakat lainnya menjaga kebersihan. ”Semoga petugas segera membersi­hkan tumpukan sampah ini. Dan masyarakat juga harap jaga kebersihan,” jelasnya.

Sebelumnya, pada 28 April lalu ratu­san petugas gabungan dari Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) dan Satuan Po­lisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupa­ten Bogor, gelar operasi kebersihan di bantaran Kali Baru, Simpang Bambu Kuning Bojonggede, kemarin pagi. Se­kitar 50 truk pengangkut sampah dan dua unit beco, dikerahkan petugas un­tuk membersihkan bantaran sungai yang membentang dari Desa Bojong­gede hingga Kelurahan Pabuaran.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Ka­bupaten Bogor, Atis Tardiana, men­gatakan, sangat menyayangkan mi­nimnya kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sungai. Bahkan, jajarannya sering memergoki warga sekitar sengaja membuang sampah di aliran sungai. “Bukan hanya warga, sejumlah toko dan warung di sekitar sungai juga membuang sampah ke kali ini,” kata Atis.

Ia menjelaskan, sampah di kali ini di dominasi limbah warung dan toko yang dibuang oleh oknum tak bertang­gungjawab. Tak heran, jika musim pengujan tiba, air di kali ini dihiasi gundukan sampah yang tak sedap dipandang mata. “Pembersihan kali tidak bisa dilakukan secara instan, lantaran dibutuhkannya peran aktif warga dalam menjaga kebersihan kali. Ini adalah bentuk upaya dari pemerintah. Kalau dari kami sosiali­sasi terus dilakukan, ini adalah cer­minan minimnya kesadaran warga dan ini juga tidak bisa ditangani se­cara instan,” katanya.

Atis mengaku, untuk mengantisi­pasi terjadinya penumpukan sampah, jajarannya bakal berkerjasama dengan pemerintah setempat untuk memasang jaring penampung. Jaring ini nantinya akan memfilter sejumlah sampah yang mengapung di aliran sungai. Tak ha­nya itu, ia juga bakal menyediakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mobile. “Semua ini dilakukan demi meningkatkan kesadaran masyarakat, agar tidak membuang sampah di ali­ran sungai,” ungkap Atis.

Bukan hanya pengerukan sampah di Kali Baru, pihaknya juga bakal membongkar salah satu jembatan yang menjadi salah satu penyebab penum­puknya gundukan sampah di kali tersebut. “Jembatan yang sudah tidak terpakai rencananya bakal dibongkar, agar penumpukan sampah tidak kem­bali terjadi di kemudian hari,” ucap Atis. (tib/els)