Sebulan, 100 Bencana Terjang Kota Bogor

by -

METROPOLITAN – di antaranya meninggal dunia. Bencana itu juga setidaknya berdampak pada 10.223 rumah, 150 rumah mengalami rusak berat, 79 rusak sedang, 113 rusak ringan dan 9.881 rumah terendam banjir. Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kota Bogor Yafies mengatakan, terhitung pada April lalu, sekitar seratus bencana alam terjadi mengepung Kota Bogor.

Di antaranya 47 bencana tanah longsor, 14 banjir lintasan, 18 rumah ambruk, 15 pohon tumbang, dua tanah ambles dan satu kebakaran. “Dari semua kejadian yang ada, ratarata semua diakibatkan karena cuaca buruk, baik itu hujan maupun angin,” katanya kepada Metropolitan. Tak bisa dipungkiri cuaca buruk yang kerap terjadi belakangan ini ikut memengaruhi terjadinya potensi bencana di sejumlah kawasan.

Terlebih memasuki fase peralihan musim seperti saat ini, membuat cuaca sulit ditebak. Menanggapi hal tersebut, Bagian Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga, Kabupaten Bogor, Hadi Saputra, menjelaskan cuaca buruk yang terjadi di sepanjang April lalu merupakan dampak peralihan musim. “Ini semua adalah dampak dari peralihan musim dari hujan ke kemarau,” jelasnya. Tak hanya pealihan musim, banyaknya awan konvektif (awan penyebab hujan, red) dan awan kumulonimbus (awan penyebab badai petir dan cuaca dingin, red) adalah dua faktor utama penyebab cuaca ekstrem belakangan ini.

Hal tersebut diperparah dengan adanya pola khatulistiwa anomali curah hujan (Osilasi Madden Julian atau MJO, red), yang berada hampir di seluruh wilayah Pulau Jawa. “Keadaan seperti ini diperkirakan akan berlangsung sekitar 6 hingga 7 Mei nanti. Tapi semuanya juga bisa berubah. Semua tergantung aktivitas dari awan konvektif, kumulonimbus dan MJO yang ada di hampir seluruh Pulau Jawa,” tutupnya. (ogi/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *