Sedihnya, Kekasih Meninggalkanku Setelah Aku Hamil

by -10 views

Ini kisahku pada tahun 2015 lalu. Dilanda kasmaran di usia muda, akhirnya hamil dan ditinggal kekasih. Kini aku harus hidup sendiri membesarkan anak semata wayangku. Waktu itu aku berkenalan dengan seorang cowok namanya whesli henukh tapi sering di sapa when.

WAKTU itu aku sama dia masih sama-sama sekolah, tapi setelah tamat sekolah dia mengatakan padaku kalau dia suka sama aku. Awalnya aku tidak percaya tapi dia menyakinkanku bahwa dia benar-benar mencintaiku. Akupun menerimanya dan kita pun menjalani hubungan yang serius.

Dia selalu bertamu kerumahku dan akupun sering kerumahnya, dari keseriusan itu tan­pa dipikir kami berani melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya kita lakukan. Aku pikir When adalah lelaki bertanggung jawab dan aku terlanjut mencintainya, sehingga semua permintaannya selalu aku penuhi, termasuk keinginannya untuk berhubungan intim.

Hingga pada suatu hari dia meminta izin padaku untuk pergi menjual hasil tanaman buah semangkanya di pulau seberang. Entah apa yang terjadi, sikapnya berubah drastis ke­tika dia berada di sana. Dia yang dulu selalu peduli padaku tiba-tiba berubah menjadi cuek. Aku kehilangan kabar bahkan tiap kali ditelpon selalu sibuk.

Tapi sepengetahuan orang ternyata aku hamil, cuma mamaku yang mengetahuinya. Aku sungguh takut dan cemas dengan masa depanku. Mamaku diam-diam pergi menemui keluarga When, mence­ritakan seluruh kelakuannya padaku dan meminta­nya untuk bertanggung jawab.

Tapi itu tidak berhasil. Entah apa yang dikatakan When kepada keluarganya, yang jelas tiba-tiba dia mengirim sms padaku, dia marah sekali bahkan tak ingin bertanggung jawab dan menikah deng­anku. Hatiku hancur sekali bahkan semangat hidup pun sudah menghilang pengen bunuh diri aja.

Tapi ibuku selalu mengajarkanku untuk tetap kuat. Akhirnya aku tidak menghubunginya lagi sampai pada akhirnya aku melahirkan seorang anak laki-laki yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan.

Tapi Ayahnya tidak pernah menanyakan tentang ka­barnya sampai hari ini dan diapun telah memilih orang lain dan bahagia sedangkan aku hanya hidup dengan pen­deritaan. Akupun sekarang harus merantau dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anakku sendiri. (cer)