METROPOLITAN – Rencana pembangunan pasar induk atau termi­nal agribisnis terus berlanjut. Pemkab Bogor dan IPB University bakal meng­gandeng investor luar negeri. ”Renca­nanya kami membangun Terminal Agribisnis di Pabanon, Sukaraja atau di sekitar Ciawi, karena letaknya strategis dan bisa menampung produk perta­nian dari Sukabumi maupun Cianjur,” beber Kepala Dinas Pertanian (Distan) Hortikultura dan Perkebunan Kabupa­ten Bogor, Siti Nuriyanti, Kamis (9/5).

Ia menerangkan, Terminal Agribisnis yang memiliki teknologi terbarukan dan sesuai revolusi industri 4.0 ini membu­tuhkan anggaran ratusan miliar rupiah hingga harus menggandeng investor luar negeri. ”Oleh karena itu, kami akan menggandeng investor dari luar negeri seperti Korea Selatan, Jepang dan lain­nya,” terangnya.

Nuriyanti menjelaskan, Pemkab Bogor dalam waktu dekat bakal mencari ke­tersediaan lahan dan membuat Feasi­bility Study (FS) serta Detail Enginering Design (DED) kemudian ditawarkan ke investor.

”Tugas pemerintah daerah hanya menyediakan lahan serta membuat FS dan DED. Lalu pembangunannya kita serahkan ke investor. Kami yakin proyek ini menarik minat, karena po­tensi ekonominya yang luar biasa dan mungkin ini yang termaju di Indone­sia,” bebernya.

Sebelumnya, Pemkab Bogor juga me­nawarkan pembangunan Terminal Agribisnis ini ke Pemprov DKI Jakarta pada 2017, lalu hingga kini belum menda­patkan jawaban konkret. Jika pembangu­nan terminal ini terwujud, maka Bumi Tegar Beriman bakal menjadi distribu­tor sayur-mayur menuju Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. (in/feb/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here