Seks Menyimpang Perosoti Celana 4 Cowok 1 Cewek

by -15 views
KORBAN: Kakek korban menceritakan kronologi kejadian cucunya yang jadi korban sodomi.

Lima bocah ingusan warga Girimulya, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, jadi korban pencabulan teman karibnya. Pelaku AM (12) terungkap ketika korban FN (8), siswa kelas dua SD, melaporkan tindak asusila itu kepada orang tuanya. Ia mengaku sudah dicabuli AM di kebun yang tak jauh dari rumahnya pada Minggu (11/5).

METROPOLITAN – Tak terima FN dicabuli pelaku, sang kakek, Abdul Razak, melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT 02/08. Kemudian oleh pihak RT, pelaku dan orang tua korban dipertemukan untuk musyawarah tingkat RW pada Kamis (16/5). Dari situ terungkap bahwa korban pencabulan bukan hanya satu orang, tetapi ada lima orang. Yakni RI (8) perempuan kelas dua SD dan empat laki-laki di antaranya RO (7) kelas satu SD, RA (7) kelas satu SD dan AR (5). Kelima korban itu merupakan teman sepermainan pelaku.

Orang tua korban yang kesal akan tindakan pelaku, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. Kakek FN, Abdul Razak, mengaku pencabulan yang dilakukan AM terhadap FN terjadi di kebun yang tak jauh dari rumahnya pada Minggu (11/5). Selang dua hari, FN mengeluhkan bagian duburnya sakit. Orang tua korban lalu menanyakan alasan keluhan tersebut hingga akhirnya FN mengaku bahwa dirinya sudah firullahxxxXewqfwfwf AM. ”Pelaku juga sempat mengancam FN, jika memberitahukan ke orang tua korban, dirinya bakal memasukkan korban ke sumur,” katanya.

Abdul Razak tak menyangka pelaku AM berbuat keji kepada cucunya. Padahal, pelaku dengan FN sering main bersama. Ketika bermain, perilaku AM pun tampak biasa seperti anak pada umumnya. ”Kita sudah melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Bogor. Rencananya hasil visum kelima korban di RSUD Ciawi keluarnya pada Jumat (24/5),” ujarnya.

Hal senada diungkapkan orang tua korban lainnya, Ajis Nasirah (42). Dirinya mengetahui bahwa anaknya RO sudah dicabuli pelaku AM dari ketua RT. Mengetahui kejadian tersebut, ia langsung menanyakan kebenarannya kepada RO. Ternyata benar, AM sudah pernah mencabuli RO di rumah pelaku saat siang hari. ”Sejak kejadian tersebut, RO tidak lagi mau menggunakan celana dalam. Saya minta kasus ini ditindaklanjuti, dikwatirkan bisa menular ke yang lain,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) PPA Polres Bogor Iptu Irine Kania Devi membenarkan adanya laporan kasus pencabulan di wilayah Cibungbulang. Ia mengaku laporan kasus tersebut baru saja masuk, sehingga belum bisa memberi keterangan lebih detail terkait kejadian pencabulan di bawah umur itu. “Itu baru laporan kan ya. Sedang dalam proses lidik, kita belum gali lebih jauh. Misal soal motivasi pelaku, keterangan korban dan lainnya,” katanya saat dikonfirmasi.

Berkaca pada kasus serupa yang pernah terjadi, sambungnya, ada aturan khusus jika itu melibatkan pelaku dan korban di bawah umur. Jika sudah masuk penyelidikan, pidana yang dikenakan pelaku anak di bawah umur maksimal dari pidana untuk orang dewasa. “Tapi untuk yang ini, kita lihat dulu perkaranya seperti apa, dilihat dari tindak pidana yang dilakukan dan usia anak pelaku. Dalam UU, ada pidananya. Maksimal setengah dari pidana pada pelaku dewasa,” tuntas Irine. (ads/ryn/c/feb/run)