METROPOLITAN – Pemerintah menargetkan 10.000 Industri Kecil dan Menengah (IKM) bisa melek digital pada 2020 sejalan dengan program pemerintah menuju indu­stri 4.0.

Kasi Pemberdayaan Industri Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Trans­portasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Burhan Mulyono, men­gatakan, hingga saat ini jumlah IKM yang sudah bergerak menggunakan digital sekitar 10 persen dari target tersebut.

”Kami yang di pusat terus mendorong industri kecil menengah ini untuk mendigitalisasikan produknya supaya lebih baik dan dikenal konsumen, apalagi ini menuju program 4.0,” ka­tanya di sela Buka Bersama dan Edu­kasi MBiz untuk Pemberdayaan UMKM. Dia mengatakan, IKM atau UMKM sangat perlu didorong untuk masuk era digital, baik dari segi pro­duksi, pengemasan dan pemasaran.Dalam meningkatkan UMKM perlu melibatkan dinas terkait di daerah.

”Kita tak bisa sendiri, harus ada sinergi dalam memajukan IKM kita. Dari dinas perlu ada dukungan pe­latihan maupun pendampingan, fasilitas izin dan label termasuk me­libatkan perusahan e-Commerce dan perusahaan teknologi,” ujarnya.

Tak dimungkiri, sambung dia, IKM hingga saat ini masih banyak menga­lami kendala, terutama kemasan pro­duk yang tidak sesuai keinginan pasar masa kini. Misalnya, produk keripik tempe yang hanya dibungkus plastik dan label dari kertas yang diprint.

”Nah produk keripik tersebut kan kertasnya ada tintanya, ini juga bisa berbahaya. Lalu konsumen sekarang inginnya barang yang berlabel halal, jadi masih banyak tahapan-tahapan yang dilalui para IKM ini,” imbuhnya.

Burhan menambahkan, Kemen­perin sendiri gencar menyosialisa­sikan program e-Smart sejak bebe­rapa tahun terakhir. Di Jatim sudah ada 1.000 peserta IKM yang turut hadir dalam kegiatan sosialisasi e-smart, di Bogor ada 1.000 IKM dan sejumlah daerah lain seperti Pon­tianak dan Bali. (de/feb/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here